Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Delegasi 70 Negara Heningkan Suara, Walk Out saat Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Delegasi 70 Negara Heningkan Suara, Walk Out saat Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB
BAGIKAN:

Protes diplomatik masif terjadi di Markas PBB New York ketika delegasi dari hampir 70 negara meninggalkan ruang Sidang Umum secara bersamaan. Aksi walk out ini dilakukan tepat saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato penting di hadapan forum tertinggi dunia tersebut. Keberangkatan kolektif para utusan negara-negara ini menjadi sinyal ketegangan yang jarang terlihat dalam diplomasi multilateral.

Dua puluh tahun terakhir saya meliput berbagai sidang PBB, dan saya bisa katakan, suasana ruang sidang saat itu berubah drastis. Bukan ada riuh rendah debat, melainkan keheningan yang memekakkan telinga. Kursi-kursi delegasi yang biasanya penuh kini kosong melompong, menyisakan jejak sepatu dan tumpukan dokumen yang tertinggal. Para kepala misi diplomatik memilih memboikot narasi Netanyahu dengan cara paling tegas: pergi meninggalkan ruangan.

Angka 70 negara bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari mayoritas mayoritas anggota Sidang Umum PBB. Ini menunjukkan bahwa oposisi terhadap kebijakan yang disampaikan oleh pemerintah Israel memiliki basis internasional yang sangat luas. Para diplomat ini menyadari bahwa kehadiran mereka selama pidato tersebut akan dianggap sebagai validitas, sehingga mereka memilih untuk tidak memberikan panggung yang diharapkan oleh pembicara.

Konteks dari insiden ini tidak bisa dilepaskan dari eskalasi konflik di Gaza yang telah berlanjut bertahun-tahun. Isu kemanusiaan, blokade ekonomi, dan klaim hukum internasional menjadi poin-poin yang terus dipetik oleh para delegasi yang memilih walk out. Bagi mereka, pendalaman materi pidato Netanyahu tidak relevan jika dibandingkan dengan urgensi moral yang mereka rasakan saat ini. Aksi ini adalah bentuk diplomasi jalanan dalam gedung PBB.

Dampak dari protes kolektif ini dirasakan langsung oleh citra Netanyahu di panggung global. Reputasi diplomatiknya semakin tergerus oleh persepsi bahwa ia kehilangan panggung legitimasi di forum PBB. Bagi publik internasional, walk out 70 negara ini adalah cermin dari isolasi diplomatik yang semakin mengurung posisi Israel dalam komunitas internasional, meskipun tentatinya tetap kuat secara militer.

Analisis Redaksi

Budi Santoso menyoroti bahwa aksi walk out bukan sekadar gestur, melainkan strategi diplomasi yang terukur. Secara logis, mayoritas delegasi menyadari bahwa tetap duduk akan memvalidasi narasi resmi Israel. Dengan pergi, mereka mempertahankan independensi moral mereka. Ini adalah manuver cerdas untuk menjaga kredibilitas di mata opini publik negara masing-masing yang mayoritas pro-Palestina.

Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah reaksi balik dari Israel dan Amerika Serikat. Protes kolektif 70 negara ini kemungkinan akan memicu pernyataan keras dari sekutu-sekutu Israel yang akan menuding PBB sebagai lembaga bias. Kita akan melihat adu argumen diplomatik yang lebih tajam di media massa dalam minggu-minggu ke depan. Isu ini akan menjadi pemicu utama dalam berbagai pertemuan bilateral ke depan.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸