Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Cao Akui 8 Upaya Bunuh Diri di USS Abraham Lincoln Selama 286 Hari Tugas di Timur Tengah

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Cao Akui 8 Upaya Bunuh Diri di USS Abraham Lincoln Selama 286 Hari Tugas di Timur Tengah
BAGIKAN:

Amerika Serikat secara resmi mengakui adanya delapan upaya bunuh diri yang dilakukan personel militer di kapal induk USS Abraham Lincoln. Pengakuan ini disampaikan melalui surat tertulis oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao kepada Senator Demokrat Kirsten Gillibrand, menandai pengakuan langsung dari pemerintah federal terkait kondisi psikologis kru yang bertugas di atas kapal raksasa tersebut.

Surat dari Cao tersebut dibuat sebagai tanggapan atas pertanyaan spesifik Gillibrand mengenai kesejahteraan personel. "Sejak awal penugasan Lincoln, telah terjadi total delapan upaya bunuh diri di seluruh kelompok serang," tulis Cao dalam korespondensi resmi itu. Namun, Cao menegaskan tidak ada satu pun anggota militer yang meninggal akibat bunuh diri selama periode penugasan tersebut, menyatakan, "Tidak ada kasus bunuh diri di atas kapal selama penugasan ini."

Kondisi fisik dan operasional kapal juga menjadi sorotan. Cao merinci insiden di mana seorang pelaut di sayap udara dilaporkan jatuh ke laut pada awal Agustus. Pelaut tersebut berhasil diselamatkan oleh helikopter pencarian dan penyelamatan sebelum dievakuasi untuk perawatan lanjutan. Insiden lain tercatat pada Maret, ketika seorang pelaut mencoba melompat ke laut, tetapi berhasil dicegah oleh rekan-rekannya sebelum akhirnya dikembalikan ke pangkalan asal untuk evaluasi.

Penugasan USS Abraham Lincoln sendiri berlangsung selama 286 hari tanpa jeda atau pulang ke daratan. Kapal ini memulai pelayaran dari California pada November 2025 dengan misi di Laut China Selatan, namun kemudian dialihkan menuju Timur Tengah menjelang serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Kapal induk tersebut baru tiba di Thailand pada awal September, mengakhiri misi yang berlangsung sembilan bulan penuh di perairan internasional.

Periode tugas yang sangat panjang ini memicu kekhawatiran publik yang meluas, terutama terkait isu kesehatan mental, keterbatasan pasokan makanan, dan standar kebersihan di kapal. Pada Agustus, keluarga para prajurit dan sejumlah anggota parlemen AS menyampaikan keberatan mereka secara terbuka. Meskipun demikian, Presiden Donald Trump membantah adanya masalah serius, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa kondisi di USS Abraham Lincoln telah "disalahartikan" oleh publik.

Analisis Redaksi

Pengakuan resmi ini menandai titik balik dalam narasi pemerintah AS mengenai kondisi tempur di Timur Tengah. Selama berbulan-bulan, narasi resmi dari Gedung Putih dan Pentagon telah berusaha memvalidasi klaim bahwa operasional tetap berjalan normal. Namun, surat dari Cao yang dikirim ke Senator Gillibrand tidak bisa lagi dibantah atau dianggap sebagai rumor, mengingat ia adalah dokumen resmi cabang eksekutif. Fakta bahwa 286 hari bertugas tanpa pelabuhan singgah menciptakan tekanan kumulatif pada psikologi kru yang sangat berat, sebuah variabel yang sering diabaikan dalam evaluasi kesiapan tempur modern.

Yang perlu diwaspadai adalah eskalasi krisis kepercayaan antara keluarga prajurit, anggota Kongres, dan kepemimpinan politik. Ketika Trump dan Hegseth menyangkal adanya masalah serius sementara bukti di lapangan menunjukkan insiden berulang yang melibatkan risiko nyawa, muncul disonansi yang dapat melemahkan moral pasukan maupun dukungan publik. Langkah logis selanjutnya dari Kongres, terutama Gillibrand, adalah menginisiasi dengar pendapat untuk meminta data mentah terkait kondisi perkapalan, bukan hanya angka bunuh diri. Pengabaian terhadap sinyal psikologis ini berisiko meningkatkan insiden fatal di masa mendatang, menjadikan pengawasan atas kesehatan mental prajurit sebagai prioritas strategis baru yang tidak bisa lagi diabaikan oleh Washington.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ