Api di Rooftop Pakuwon Trade Centre Surabaya Padam dalam 12 Menit, Tak Ada Korban
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebakaran sempat melanda area rooftop Pakuwon Trade Centre (PTC) Mall di Wiyung, Surabaya, Jumat (25/9) siang, namun berhasil dipadamkan secara mandiri oleh tim keamanan internal hanya dalam 12 menit. Peristiwa yang terjadi di lantai atap mal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan, menurut keterangan resmi pengelola. Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membenarkan insiden itu setelah video amatir yang memperlihatkan asap hitam membumbung tinggi viral di media sosial.
Sutandi Purnomosidi menjelaskan bahwa sumber api diketahui pada pukul 11.30 WIB di area cooling tower. Saat kejadian, tim teknis sedang melaksanakan pekerjaan penggantian unit pendingin tersebut. "Pukul 11.30 WIB diketahui ada api di area cooling tower," ujar Sutandi saat dikonfirmasi CNN Indonesia. Ia menambahkan, api membakar sisa-sisa kardus bekas kemasan material yang berada di lokasi kerja.
Tim keamanan internal Pakuwon segera mengambil alih penanganan awal. Sekitar 12 menit berselang, tepatnya pukul 11.42 WIB, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya. Sutandi menegaskan bahwa api tidak menyebar ke area tenant atau pengunjung. "Cuma kardus bekas cooling tower. Enggak ada kerugian. Enggak ada korban jiwa," tegasnya, memastikan situasi aman terkendali.
Pemadaman kebakaran yang relatif cepat ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim. Ia menyatakan bahwa kebakaran hanya melanda sisa kayu di area rooftop PTC Mall. Karena api sudah padam ditangani tim internal, petugas damkar hanya melakukan pengecekan setelahnya. "Petugas hanya pengecekan saja karena sudah dipadamkan security PTC," kata Rokhim.
Video amatir yang merekam momen asap tebal keluar dari atap mal sempat memicu kehebohan di kalangan warganet Surabaya. Namun, klarifikasi dari dua sumber terpercaya, yakni pengelola dan pemerintah daerah, secara konsisten menyatakan bahwa insiden ini murni akibat sisa material kemasan yang terbakar. Tidak ada kerusakan struktural yang dilaporkan, dan operasional mal berjalan normal pasca-kejadian.
Analisis Redaksi
Kecepatan respons tim keamanan internal Pakuwon dalam memadamkan api dalam 12 menit menunjukkan kesiapan protokol keselamatan yang matang. Fakta bahwa api berasal dari kardus sisa pengemasan material menunjukkan bahwa prosedur kerja di area proyek peremajaan masih meninggalkan potensi risiko kebakaran jika tidak diawasi ketat. Meskipun insiden kali ini berkecil, hal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengelola ruang publik untuk disiplin dalam pengelolaan limbah konstruksi di area yang dekat dengan instalasi teknis vital.
Persepsi publik di media sosial yang panik akibat video asap tebal perlu dikaji ulang dengan data resmi. Narasi "kebakaran besar" seringkali lebih cepat menyebar daripada klarifikasi resmi. Oleh karena itu, transparansi dari pihak pengelola dan Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya dalam menyajikan kronologi yang runtut menjadi kunci untuk meredam misinformasi. Masyarakat perlu terbiasa membedakan antara insiden teknis kecil dan bencana yang mengancam keselamatan.
Langkah selanjutnya secara logis adalah evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengawas material di area rooftop mal. Pengawasan yang lebih ketat terhadap penyimpanan sampah kardus di dekat area kerja kelistrikan atau mekanikal wajib diterapkan untuk mencegah pengulangan insiden serupa. Keamanan properti komersial bertumpu pada pencegahan risiko kecil sebelum berubah menjadi masalah besar yang merugikan reputasi dan ekonomi.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Trauma Ganda di Porprov Jawa Tengah: Ketum NOC Ingatkan Bahwa Penyelamatan Atlet Jauh Lebih Prioritas dari Prestasi

Pemkab Kepulauan Seribu Luncurkan Dua Rumah Singgah Gratis untuk Mendukung Mahasiswa di Wilayah Daratan

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor
