Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Wali Kota Banjarmasin Perpanjang PJJ Tk-SD, Kualitas Udara Diprediksi Terus Memburuk

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wali Kota Banjarmasin Perpanjang PJJ Tk-SD, Kualitas Udara Diprediksi Terus Memburuk
BAGIKAN:

Wali Kota Banjarmasin mengambil langkah tegas dengan memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Keputusan ini diambil karena kualitas udara di ibu kota Kalimantan Selatan itu terus memburuk, memicu kekhawatiran kesehatan bagi pelajar usia dini yang lebih rentan terhadap partikel debu dan asap.

Pemerintah Kota Banjarmasin tidak main-main dalam menangani krisis ini. Perpanjangan PJJ menjadi prioritas utama untuk membatasi paparan polutan terhadap ribuan anak yang biasanya beraktivitas di luar ruangan selama jam pelajaran. Langkah ini menandakan bahwa kondisi lingkungan di Kota Banjarmasin telah melampaui ambang batas toleransi keselamatan kerja dan pendidikan.

Kebijakan ini menyasar kelompok demografis yang paling rentan. Anak-anak TK dan SD memiliki sistem pernapasan yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih mudah terdampak oleh degradasi kualitas udara. Dengan memperpanjang masa belajar dari rumah, pihak sekolah dan orang tua dapat menekan risiko kesehatan jangka pendek yang berujung pada gangguan saluran pernapasan akut.

Tidak ada opsi lain yang lebih aman saat ini selain mengisolasi aktivitas belajar-mengajar dari paparan langsung. Perpanjangan PJJ menjadi protokol keselamatan yang harus dipatuhi oleh seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Para guru dituntut untuk beradaptasi dengan metode pengajaran jarak jauh yang tetap menjamin proses belajar berjalan meskipun di tengah keadaan darurat lingkungan ini.

Publik, khususnya orang tua, kini memegang peran ganda. Mereka harus memastikan anak-anak tetap mendapatkan stimulasi belajar di rumah sambil mengawasi kondisi kesehatan diri sendiri dan keluarga. Jendela-jendela di rumah sebaiknya tetap ditutup rapat, dan penggunaan masker standar menjadi keniscayaan jika terpaksa keluar. Komunitas sekolah juga perlu memastikan tidak ada stigma bagi anak yang tidak bisa mengikuti kelas karena keterbatasan akses teknologi di daerah-daerah tertentu.

Analisis Redaksi

Merespons krisis kualitas udara dengan perpanjangan PJJ adalah langkah reaktif yang logis, namun ini mengungkap kelemahan sistemik dalam tata kelola lingkungan dan kesehatan kota. Jika polusi udara terus menjadi ancaman yang harus 'diakomodasi' dengan penundaan hak belajar tatap muka, berarti solusi struktural penanggulangan sumber polusi belum ditemukan secara efektif.

Apa yang perlu diwaspadai adalah dampak sosial-ekonomi dari perpanjangan PJJ ini. Beban kerja orang tua meningkat, ketimpangan digital antara anak kaya dan miskin melebar, serta potensi menurunnya kemampuan sosial emosional siswa akibat minimnya interaksi langsung. Dinas Pendidikan harus segera menyiapkan protokol asesmen belajar daring agar kualitas pendidikan tidak terdegradasi hanya karena faktor eksternal.

Langkah selanjutnya secara logis tidak boleh berhenti di perpanjangan PJJ. Pemerintah Kota harus mengumumkan peta jalan (roadmap) pengendalian polusi udara secara transparan. Jika tidak ada perbaikan kualitas udara dalam jangka pendek, kita akan menghadapi skenario terburuk di mana PJJ menjadi keadaan normal baru, yang konsekuensinya akan jauh lebih berat bagi masa depan generasi muda di Banjarmasin.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
😸