RSJ Sambang Lihum Evakuasi 40 Pasien Khusus Antisipasi Karhutla

- Sekitar 40 pasien khusus di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, dipindahkan ke ruangan internal yang lebih aman pada Rabu (23/9).
- Langkah antisipatif ini diambil menyusul mendekatnya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke kawasan fasilitas kesehatan jiwa tersebut.
- Pemindahan dilakukan untuk melindungi kelompok rentan dari ancaman kabut asap serta potensi perembetan api.
Sekitar 40 pasien khusus di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, dipindahkan ke ruangan internal yang lebih aman pada Rabu (23/9). Langkah antisipatif ini diambil menyusul mendekatnya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke kawasan fasilitas kesehatan jiwa tersebut. Pemindahan dilakukan untuk melindungi kelompok rentan dari ancaman kabut asap serta potensi perembetan api.
Kepala Seksi Humas RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, menegaskan bahwa evakuasi bersifat internal dan tidak melibatkan pemindahan keluar kompleks rumah sakit. Para pasien direlokasi ke ruangan Napza setelah mempertimbangkan jarak geografis terhadap titik panas. "Untuk sementara masih di internal kami, hampir 40 pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan tidak dekat dengan titik api," ujar Budi saat dikonfirmasi di Banjarmasin.
Pihak manajemen rumah sakit juga melakukan pengamanan area belakang kawasan RSJ untuk mencegah api menjalar lebih jauh menuju gedung perawatan utama. Upaya pembasahan terus dilakukan petugas guna memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah karhutla muncul kembali. Berdasarkan pembaruan terakhir, kondisi titik api di sekitar kawasan rumah sakit dilaporkan telah mereda.
Di sisi lain, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan mengambil peran strategis dalam pelokalisasian bencana. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan personelnya mengurung area kebakaran agar api tidak menjalar hingga mendekati rumah sakit. Pantauan drone menunjukkan luas lahan yang terbakar di lokasi Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, mencapai sekitar sembilan hektare.
Penanganan teknis difokuskan pada karakteristik tanah gambut yang sulit dipadamkan. Petugas menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi, konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut produksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Penggunaan bahan kimia spesifik ini diharapkan mempercepat proses pendinginan dan pemadaman total di area kritis tersebut.
Analisis Redaksi
Evaluasi cepat oleh manajemen RSJ Sambang Lihum mencerminkan kesiapan operasional menghadapi krisis lingkungan berulang di Kalimantan Selatan. Keputusan membatalkan rencana evakuasi eksternal merupakan langkah logis mengingat kompleksitas penanganan pasien gangguan jiwa yang memerlukan pengawasan ketat dan ruang gerak terbatas. Jika evakuasi massal keluar kawasan terjadi, risiko keamanan bagi pasien dan beban administratif akan meningkat signifikan tanpa jaminan keselamatan yang lebih baik dibanding relokasi internal.
Kolaborasi antara instansi kesehatan dan penegak hukum dalam mitigasi karhutla menjadi model respons darurat yang efektif namun rapuh. Keberhasilan menahan api sembilan hektare berkat teknologi surfaktan lokal membuktikan pentingnya inovasi mandiri daerah. Namun, publik perlu waspada bahwa keberhasilan taktis hari ini tidak menjamin keamanan jangka panjang selama musim kemarau belum berakhir. Koordinasi lanjutan dengan Dinas Sosial tetap krusial sebagai jaring pengaman jika eskalasi situasi mengharuskan tindakan ekstrem.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Bayern Munchen Tekuk Atletico Madrid 2-0, Kunci Posisi Papan Atas Liga Champions

RSPO Bentengi Akuntabilitas Industri Sawit, Data Satelit Ungkap Angka Karhutla di Konsesi Sertifikat Turun Drastis
