Dosen ULM Peta Jalur Panjat Nateh dengan Teknologi untuk Dorong Wisata
Dosen Pendidikan Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nuruddin Wiranda, memetakan jalur panjat tebing di kawasan Nateh menggunakan pendekatan berbasis teknologi. Inisiatif ini bertujuan mendorong pengembangan sektor wisata lokal agar lebih aman dan menarik bagi para pendaki maupun wisatawan umum.
Pemetaan digital tersebut tidak sekadar mencatat koordinat geografis biasa. Prosesnya melibatkan pengumpulan data topografi secara presisi untuk menghasilkan visualisasi medan yang akurat. Langkah teknis ini menjadi fondasi penting sebelum promosi wisata dilakukan secara masif kepada khalayak luas.
Kawasan Nateh selama ini dikenal memiliki potensi alam yang tinggi namun minim infrastruktur informasi bagi pengunjung luar daerah. Ketidakpastian kondisi jalur sering kali menjadi hambatan psikologis bagi calon pendaki pemula. Kehadiran peta berbasis teknologi diharapkan menjembatani kesenjangan antara keindahan alam dan keamanan aksesibilitas.
Nuruddin Wiranda menekankan bahwa integrasi ilmu komputer dalam studi kepariwisataan merupakan kebutuhan mendesak saat ini. Tanpa dukungan data yang terstruktur, upaya konservasi lingkungan dan eksploitasi ekonomi pariwisata sulit berjalan beriringan. Teknologi hadir sebagai alat verifikasi sekaligus navigasi bagi pengguna jasa wisata alam.
Implikasi dari pemetaan ini berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan diri wisatawan. Mereka dapat merencanakan perjalanan dengan estimasi waktu dan risiko yang lebih jelas. Selain itu, otoritas setempat juga mendapatkan basis data kuat untuk melakukan manajemen kunjungan serta mitigasi bencana jika terjadi keadaan darurat di lereng gunung.
Analisis Redaksi
Langkah dosen ULM ini menunjukkan pergeseran paradigma pengelolaan wisata alam dari intuitif menuju berbasis bukti. Selama bertahun-tahun, banyak destinasi alam di Kalimantan Selatan dikembangkan tanpa kajian teknis mendalam mengenai keselamatan rute. Penggunaan teknologi komputer oleh akademisi menandakan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya standar operasional prosedur yang ketat demi keberlanjutan ekosistem dan nyawa manusia.
Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai pemetaan digital berhenti sebagai proyek akademik semata tanpa tindak lanjut kebijakan publik. Data yang telah dikumpulkan harus segera diadopsi oleh dinas pariwisata dan badan penanggulangan bencana setempat. Jika tidak, investasi intelektual ini hanya akan menjadi arsip mati yang gagal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar Nateh.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Sudin Perpustakaan Jakut Luncurkan Book Camp 2026: 85 Duta Literasi Targetkan Ekosistem Kebiasaan Baca Berkelanjutan

BPS: Penumpang LRT Jakarta Melonjak 66 Persen Sepanjang September 2026, Transjakarta Tembus 39 Juta Orang

Wisatawan ke Jakarta Capai 8,58 Juta Perjalanan, Naik 6,37 Persen Sepanjang September 2026
