Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bank Mega Hadirkan QRIS Cross Border Korea-China di Pameran FEKDI x IFSE 2026

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Bank Mega Hadirkan QRIS Cross Border Korea-China di Pameran FEKDI x IFSE 2026
BAGIKAN:

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menegaskan posisi perusahaannya sebagai salah satu dari 20 penyedia jasa pembayaran (PJP) yang diundang langsung untuk berpartisipasi dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026. Kehadiran ini membawa layanan QRIS Cross Border untuk rute Korea Selatan dan China, yang kini dapat digunakan nasabah melalui aplikasi M-Smile tanpa perlu menukarkan uang tunai ke mata uang lokal.

"Sebagai salah satu first mover dalam inovasi pembayaran digital, Bank Mega terus mengikuti dan mengimplementasikan berbagai perkembangan teknologi pembayaran untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi nasabah," ujar Kostaman dalam keterangan resmi, Kamis (24/9). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen bank swasta tersebut untuk tetap relevan dalam lanskap pembayaran lintas negara yang sedang berevolusi cepat.

Di arena pameran, Bank Mega menyuguhkan demonstrasi langsung transaksi QRIS Cross Border ke dua negara tersebut. Konektivitas ini adalah buah dari kesepakatan resmi antara Indonesia dengan Korea Selatan dan China. Sebelumnya, jaringan QRIS Bank Mega telah mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Dua negara baru ini baru diresmikan pada tahun ini, memperluas cakupan geografis pembayaran digital nasabah Indonesia di kawasan Asia.

Selain pembayaran lintas negara, Bank Mega juga memamerkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang terintegrasi dengan aplikasi M-Smile. Kostaman menjelaskan bahwa KKI dilengkapi program loyalitas MPC Points, di mana setiap transaksi belanja Rp10 ribu menghasilkan lima poin. Poin-poin ini dapat ditukarkan di jaringan ritel CT Corp, menciptakan ekosistem insentif bagi pengguna kartu kredit domestik.

Ajang FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan secara kolaboratif oleh Bank Indonesia (BI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai salah satu PJP utama yang berpartisipasi, Bank Mega tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga membawa teknologi terkini yang sudah siap pakai di lapangan. Ini menunjukkan bahwa integrasi sistem pembayaran digital antar-negara telah mencapai tahap komersial yang nyata bagi nasabah ritel.

Analisis Redaksi

Eskalasi QRIS Cross Border ke Korea dan China menandai pergeseran dari sekadar konektivitas turis ke integrasi ekonomi yang lebih dalam. Kemampuan bertransaksi langsung dari aplikasi lokal ke merchant asing tanpa konversi manual mengurangi friksi biaya dan waktu bagi pelaku bisnis kecil maupun wisatawan. Ini adalah fondasi penting bagi arus perdagangan digital yang lebih lancar di kawasan Asia-Pasifik.

Partisipasi dalam FEKDI x IFSE 2026 yang diprakarsai otoritas moneter menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini mendapat legitimasi dari regulator. Bagi Bank Mega, menjadi salah satu dari 20 PJP terpilih adalah validasi strategis. Kompetisi di sektor pembayaran digital kini bukan lagi soal fitur tunggal, melainkan ekosistem terintegrasi yang mencakup loyalitas, kemudahan pengguna, dan jangkauan global.

Waspada terhadap tantangan infrastruktur dan interoperabilitas saat volume transaksi lintas negara meningkat. Jika keberhasilan pilot di Korea dan China terbukti tinggi, langkah logis selanjutnya adalah ekspansi ke pasar dengan volume perdagangan lebih besar. Publik perlu memantau apakah regulasi batas maksimal transaksi atau kebijakan mata uang akan turut menyesuaikan untuk mendukung pertumbuhan ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ