⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Wali Kota Solo Respati Ardi Respons Dugaan Larangan Hijab di Seleksi MagangHub Solo Safari

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Wali Kota Solo Respati Ardi Respons Dugaan Larangan Hijab di Seleksi MagangHub Solo Safari
BAGIKAN:

Wali Kota Solo Respati Ardi merespons aduan dugaan larangan mengenakan hijab dalam proses seleksi peserta program MagangHub yang berlangsung di kawasan wisata Solo Safari. Respons langsung dari orang nomor satu di Kota Bengawan ini muncul setelah isu tersebut menyeruak ke ruang publik dan memicu keresahan masyarakat.

Dugaan diskriminasi itu menyasar peserta perempuan berjilbab yang mengikuti tahapan seleksi. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat indikasi bahwa penggunaan atribut keagamaan berupa hijab menjadi persoalan tersendiri saat proses penjaringan calon peserta magang berlangsung di lokasi wisata tersebut.

Solo Safari sendiri merupakan salah satu destinasi unggulan yang dikelola di bawah payung pemerintah daerah setempat. Program MagangHub dirancang untuk membuka ruang bagi anak muda agar mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Keterlibatan fasilitas milik daerah membuat tanggung jawab pengawasan melekat erat pada otoritas pemerintahan kota.

Langkah cepat Respati Ardi menanggapi aduan ini menunjukkan sensitivitas pimpinan daerah terhadap isu kebebasan beragama. Ia tidak membiarkan polemik mengendap terlalu lama. Pernyataan sikap dari wali kota menjadi sinyal tegas bahwa praktik intoleransi, sekecil apa pun bentuknya, tidak memiliki tempat di lingkungan kerja maupun fasilitas publik milik pemerintah.

Bagi masyarakat luas, khususnya kaum muda muslimah di Solo dan sekitarnya, kasus ini menyentuh urat nadi rasa aman. Proses seleksi magang seharusnya menjadi gerbang awal menuju dunia profesional yang adil. Jika sejak tahap rekrutmen saja hambatan berbasis pakaian keagamaan sudah menghadang, kepercayaan publik terhadap program pemberdayaan pemuda bisa runtuh seketika.

Keterlibatan pihak pengelola Solo Safari juga kini berada di bawah sorotan tajam. Mereka dituntut memberikan penjelasan utuh mengenai standar operasional prosedur yang berlaku selama proses seleksi berlangsung. Publik berhak mengetahui apakah dugaan larangan ini merupakan kebijakan tertulis dari manajemen atau sekadar tindakan sewenang-wenang oknum panitia di lapangan.

Analisis Redaksi

Respons Wali Kota Respati Ardi adalah langkah wajib, bukan sekadar basa-basi politik. Konstitusi kita menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. Ketika sebuah program yang difasilitasi oleh aset daerah diduga melanggar hak konstitusional tersebut, intervensi kepala daerah mutlak diperlukan. Diam berarti membiarkan preseden buruk tumbuh subur di lingkungan birokrasi dan badan usaha milik daerah.

Yang patut diwaspadai dari peristiwa ini adalah potensi normalisasi diskriminasi halus di ruang-ruang profesional. Jika larangan berhijab benar-benar terjadi dalam seleksi magang, hal ini mengindikasikan adanya bias sistemik yang mungkin sudah mengakar di level pelaksana teknis. Kita tidak boleh hanya berhenti pada permintaan maaf atau pencabutan aturan sesaat. Akar masalahnya harus dibongkar sampai tuntas agar kejadian serupa tidak berulang di program-program pemerintah lainnya.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus ditempuh oleh Pemerintah Kota Solo adalah membentuk tim evaluasi independen untuk menyelidiki proses seleksi MagangHub tersebut secara menyeluruh. Manajemen Solo Safari perlu diaudit terkait penerapan prinsip kesetaraan dalam setiap kegiatan yang mereka fasilitasi. Tanpa investigasi internal yang transparan dan sanksi tegas bagi pelanggar, respons wali kota hanya akan berakhir sebagai angin lalu yang gagal melindungi hak-hak warga negaranya.

Meow! Tanya Nesi!
😸