Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Jasad Ditemukan Nelayan di Perairan Kalteng Diduga Korban KM Virgo Transport 8

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Jasad Ditemukan Nelayan di Perairan Kalteng Diduga Korban KM Virgo Transport 8
BAGIKAN:

Satu jenazah yang ditemukan nelayan mengapung di perairan Kalimantan Tengah pada Selasa (22/9) diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa sembilan hari lalu. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana memastikan jasad tersebut kini dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi.

"Ada satu informasi juga penemuan jenazah di Kalimantan Tengah, di tengah laut ditemukan oleh nelayan dan dievakuasi," kata Sudayana dalam konferensi pers. Penemuan ini membuka harapan baru sekaligus menambah beban kerja tim pencari yang terus menyisir lautan sejak pekan lalu.

Pihak Basarnas bergerak cepat merespons temuan tersebut. Sudayana menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Kantor SAR Palangkaraya guna menelusuri asal-usul jasad itu. Langkah ini krusial untuk memastikan apakah korban benar-benar penumpang kapal nahas atau warga lain yang hilang di laut.

"Kita konfirmasi ke Kepala Kantor SAR Palangkaraya apakah ada laporan terkait kejadian orang tenggelam, orang yang belum kembali dari melaut, dan diinformasikan memang tidak ada laporan dan tidak ada kejadian," tutur dia. Ketiadaan laporan kehilangan lain di wilayah itu membuat dugaan mengarah pada tragedi KM Virgo semakin menguat.

Jasad tanpa identitas tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin. "Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk kita identifikasi, siapa tahu memang benar itu salah satu dari penumpang KMP Virgo Transport 8 yang kita cari," ujar Sudayana. Proses forensik di rumah sakit kepolisian ini menjadi kunci pembuktian.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita. Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) itu membawa total 243 orang. Cuaca buruk diduga menjadi pemicu utama hilangnya komunikasi sebelum bangkai kapal ditemukan terbalik pada hari yang sama.

Hingga Selasa (22/9), catatan resmi Basarnas menunjukkan sebanyak 126 korban telah ditemukan. Rinciannya mencakup 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Angka ini berarti masih ada 117 korban lainnya yang nasibnya belum diketahui dan proses pencarian terus berlangsung di bentangan laut yang luas.

Analisis Redaksi

Terbawanya jasad hingga ke perairan Kalimantan Tengah mengonfirmasi betapa kuatnya arus Laut Jawa mendorong material dan tubuh korban menjauh dari titik awal kecelakaan. Jarak antara lokasi terbaliknya kapal di perairan Kalimantan Selatan hingga titik penemuan oleh nelayan di Kalteng bukan perkara dekat. Fakta ini menjelaskan mengapa operasi pencarian selama sembilan hari terakhir menghadapi tantangan geografis yang luar biasa berat bagi tim Basarnas.

Absennya laporan orang hilang di wilayah Palangkaraya memberikan probabilitas tinggi bahwa jasad tersebut memang penumpang KM Virgo Transport 8. Namun, identifikasi medis di RS Bhayangkara Banjarmasin tetap menjadi penentu mutlak. Keluarga korban yang masih menunggu kepastian atas 117 anggota keluarganya yang hilang tentu menggantungkan harapan besar pada hasil uji forensik ini.

Tragedi yang melibatkan 243 nyawa ini memaksa kita mempertanyakan kembali standar keselamatan pelayaran antar-pulau saat cuaca ekstrem melanda. Dengan 117 korban masih dalam status pencarian setelah lebih dari sepekan, efektivitas penyisiran laut harus terus dievaluasi. Waktu adalah musuh terbesar bagi para penyintas yang mungkin masih mengapung di lautan terbuka.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸