Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Basarnas Kerahkan 34 Penyelam Cari 120 Penumpang KM Virgo yang Masih Hilang di Laut Jawa

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Basarnas Kerahkan 34 Penyelam Cari 120 Penumpang KM Virgo yang Masih Hilang di Laut Jawa
BAGIKAN:

Sebanyak 34 penyelam kini menyisir dasar Perairan Masalembo, Laut Jawa, untuk mencari 120 penumpang KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan sejak kapal itu terbalik pada 13 September lalu. Puluhan penyelam tambahan ini diterjunkan langsung oleh Basarnas pada Selasa (22/9) guna mempercepat evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana memastikan kekuatan tim bawah laut bertambah signifikan. Dua puluh dua penyelam baru telah diberangkatkan menuju Banjarmasin menumpang KRI Nala. Kapal perang ini dijadwalkan tiba di area pencarian sekitar pukul 06.00 atau 07.00 pagi setelah menyelesaikan bekal ulang di Surabaya.

"Besok (hari ini) KRI Nala akan bergabung kembali setelah selesai melaksanakan bekal ulang di Surabaya, kembali kemungkinan jam 6 atau jam 7 sudah ada di daerah operasi," kata Sudayana dalam konferensi pers, Senin (21/9) malam. Ia menegaskan penambahan personel ini krusial. "Nah KRI Nala membawa 22 tim penyelam, sehingga tim penyelam yang ada di lapangan itu kurang lebih berjumlah 34 orang tim penyelam," sambungnya.

Peluang mengevakuasi korban dari lambung kapal yang tenggelam terbuka lebar hari ini. Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gelombang laut berada di level rendah. Kondisi perairan yang relatif tenang menjadi syarat mutlak bagi para penyelam untuk bekerja aman di kedalaman laut.

Sudayana tak menyembunyikan harapannya terhadap cuaca yang bersahabat ini. "Kalau kami mengharapkan sih flat ya, flat, jadi tidak ada gelombang datar gitu kan, nah ini lebih lebih memudahkan kita dalam pergerakan di lapangan. Tapi kita bersyukur besok (hari ini) cuacanya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan tim yang bekerja di lapangan lebih bisa lebih maksimal dalam hal proses evakuasi yang dilaksanakan," tutur dia.

Data manifes mencatat total 243 orang berada di atas KM Virgo Transport 8 saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Hingga Senin kemarin, tim SAR berhasil menemukan 123 korban. Rinciannya: 108 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia. Artinya, 120 nyawa masih menggantung di antara harapan dan keputusasaan keluarga di darat.

Kapal naas ini dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita. Diduga kuat cuaca buruk menjadi pemicu utama musibah tersebut. Bangkai kapal akhirnya ditemukan terapung terbalik di perairan Laut Jawa pada hari yang sama.

Analisis Redaksi

Pengerahan 34 penyelam sekaligus menandakan fase paling kritis dalam operasi SAR ini. Fokus pencarian kini bergeser dari penyisiran permukaan laut ke penetrasi ruang-ruang sempit di dalam lambung kapal yang terbalik. Ini pekerjaan berbahaya. Arus bawah laut sekecil apa pun bisa mengancam nyawa penyelam, meskipun BMKG menjanjikan kondisi permukaan yang datar. Keberhasilan menembus kompartemen kapal akan menentukan apakah angka korban tewas berhenti di 15 orang atau justru melonjak drastis.

Fakta bahwa 120 orang masih hilang dari total 243 penumpang manifes adalah beban berat bagi negara. Rentang waktu sembilan hari sejak kapal hilang kontak pada 13 September hingga pengerahan besar-besaran pada 22 September memperlihatkan betapa rumitnya medan operasi di Perairan Masalembo. Laut Jawa memang kerap menelan korban karena karakteristik perairannya yang dangkal namun mudah bergejolak saat musim pancaroba.

Langkah logis selanjutnya bukan sekadar menarik jenazah. Investigasi menyeluruh terhadap kelaikan laut KM Virgo Transport 8 dan akurasi pembacaan cuaca sebelum keberangkatan wajib dituntaskan. Keluarga korban berhak mendapatkan jawaban utuh mengapa sebuah kapal dengan ratusan penumpang bisa terbalik hanya dalam hitungan jam setelah meninggalkan pelabuhan. Tanpa investigasi ketat, tragedi serupa tinggal menunggu waktu untuk berulang.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ