Pramono Anung Pamer Konektivitas 93 Persen dan Subsidi Transum ke Wali Kota New York Zohran Mamdani
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan strategi penataan transportasi massal dan kebijakan subsidi angkutan umum kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pertemuan bilateral di sela agenda Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 pada Senin (21/9). Pertemuan yang didokumentasikan lewat akun Instagram @pramonoanungw itu memperlihatkan respons positif Zohran terhadap langkah Pemprov DKI menggratiskan layanan transportasi bagi kelompok rentan.
Duduk berdampingan, Zohran membuka percakapan dengan menyinggung persoalan kemacetan di kota New York. Ia kemudian melempar pertanyaan langsung kepada Pramono mengenai upaya konkret yang dilakukan Jakarta. "Dan saya ingin tahu, Anda mengatakan salah satu masalah utama di Jakarta adalah kemacetan, langkah seperti apa yang Anda ambil untuk mengatasi kemacetan tersebut?" tanya Zohran.
Pramono menjawab dengan data populasi. Ia menyebut Jakarta kini dihuni 42 juta jiwa berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Angka itu membengkak setiap hari karena tambahan 4 juta jiwa dari daerah penyangga yang masuk dan beraktivitas di ibu kota. Skala pergerakan manusia sebesar ini menuntut sistem transportasi yang terintegrasi lintas wilayah administratif.
Untuk merespons beban tersebut, Pramono merinci sejumlah kebijakan. Langkah pertama adalah menghadirkan layanan bus Transjabodetabek yang menjangkau tidak hanya Jakarta tetapi juga daerah penyangga. Infrastruktur rel dan busway terus diperluas. "Kita punya bus Transjakarta, MRT, kita punya LRT. Sekarang konektivitas Jakarta lebih dari 93 persen," lanjutnya.
Infrastruktur fisik ternyata bukan satu-satunya andalan. Pramono menjelaskan skema subsidi transportasi umum (transum) yang membuat layanan tersebut gratis bagi lansia, difabel, masyarakat kurang mampu, dan pelajar. Ketika Zohran memastikan kembali apakah layanan gratis ini dibiayai pemerintah pusat atau provinsi, Pramono menegaskan bahwa seluruh beban anggaran ditanggung oleh pemerintah lokal Jakarta. Mendengar penjelasan itu, Zohran memberikan pujian langsung: "Wow, oke, ini luar biasa."
Kunjungan Pramono ke Amerika Serikat kali ini bukan sekadar lawatan seremonial. Selain memenuhi undangan Zohran Mamdani untuk U20 Mayors Summit 2026, Gubernur DKI membawa agenda padat berupa pertemuan bilateral, peran sebagai pembicara, hingga penandatanganan kerja sama antarkota. Pertukaran gagasan soal tata kelola kota metropolitan menjadi inti dari rangkaian kegiatan tersebut.
Analisis Redaksi
Pujian dari Wali Kota New York menunjukkan bahwa model integrasi moda transportasi berbasis subsidi silang mulai menarik perhatian pemimpin kota global. Klaim konektivitas di atas 93 persen adalah angka ambisius. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi pemeliharaan infrastruktur MRT, LRT, dan armada bus ketika tekanan fiskal daerah meningkat seiring bertambahnya penerima manfaat subsidi transum.
Kebijakan menggratiskan angkutan umum bagi empat kelompok rentan memang populer secara politik. Akan tetapi, beban anggaran yang sepenuhnya ditanggung pemerintah lokal Jakarta memerlukan kalkulasi jangka panjang yang presisi. Jika pertumbuhan pendapatan asli daerah tidak sebanding dengan lonjakan biaya operasional, kualitas layanan justru berisiko menurun dan kontraproduktif terhadap tujuan awal mengurangi kemacetan.
Forum U20 Mayors Summit 2026 dan penandatanganan kerja sama yang menyertainya harus diterjemahkan menjadi transfer pengetahuan teknis, bukan sekadar dokumentasi diplomatik. Publik berhak menuntut transparansi rincian kesepakatan antara Jakarta dan New York pasca-pertemuan ini, terutama terkait teknologi manajemen lalu lintas dan skema pembiayaan transportasi berkelanjutan yang bisa langsung diterapkan di jalanan ibu kota.
BERITA TERKAIT (Politik)

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
