Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pramono Anung dan Zohran Mamdani Sepakati Pertukaran Tim Keuangan untuk Jakarta Bond di New York

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pramono Anung dan Zohran Mamdani Sepakati Pertukaran Tim Keuangan untuk Jakarta Bond di New York
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani menyepakati pertukaran tim keuangan untuk mematangkan penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Bond dalam pertemuan bilateral di Civic Hall, New York, Minggu (20/9). Kesepakatan ini lahir dari diskusi panjang kedua pemimpin kota yang juga membedah strategi penanggulangan banjir, polusi udara, hingga perluasan jaringan transportasi publik lintas wilayah.

Angka pergerakan manusia menjadi sorotan utama saat membicarakan kemacetan. Pramono membeberkan fakta bahwa setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Volume sebesar itu memaksa pemerintah provinsi mencari solusi radikal. "Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah," kata Pramono.

Upaya menekan penggunaan kendaraan pribadi tidak berhenti pada pembangunan rute baru. Pemprov DKI Jakarta memperluas jangkauan layanan dengan memberikan akses transportasi umum gratis kepada 15 golongan masyarakat. "Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU," ujar Pramono. Kebijakan ini menyasar kelompok paling rentan secara ekonomi agar mereka beralih dari angkutan pribadi.

Banjir dan penurunan muka tanah turut mendominasi meja perundingan. Pramono menjelaskan langkah konkret Jakarta membangun infrastruktur pengendalian banjir sekaligus menekan laju penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebih. "Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall," jelasnya.

Rencana menerbitkan obligasi daerah mendapat respons langsung dari tuan rumah. Mamdani menegaskan kesiapan pemerintahannya membantu Jakarta menavigasi instrumen pembiayaan tersebut. "Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," ujar Mamdani. Tawaran ini membuka pintu bagi Jakarta untuk belajar langsung dari pasar obligasi munisipal tertua di Amerika Serikat.

Pertemuan di Civic Hall tersebut merangkum dua masalah klasik kota metropolitan: mobilitas warga dan pendanaan infrastruktur. Keduanya saling mengunci. Tanpa skema pembiayaan alternatif, ambisi memperluas jalur Transjabodetabek atau merampungkan proyek Giant Sea Wall akan terus tersendat oleh keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Analisis Redaksi

Kesediaan New York mengirimkan tim keuangan ke Jakarta bukan sekadar basa-basa diplomatik antar-kota. Penerbitan obligasi daerah menuntut kesiapan birokrasi yang jauh lebih rumit dibandingkan menarik utang konvensional. Investor membutuhkan transparansi arus kas, proyeksi pendapatan yang terukur, serta jaminan hukum yang kuat. Pengalaman New York membiayai pengolahan limbah dan fasilitas publik melalui obligasi memberikan cetak biru praktis yang selama ini absen dalam diskursus fiskal daerah di Indonesia.

Langkah Pramono menggabungkan isu transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat dengan penerbitan Jakarta Bond menunjukkan arah kebijakan yang saling menopang. Subsidi tarif memerlukan ruang fiskal yang lega. Jika obligasi berhasil diterbitkan untuk membiayai belanja modal infrastruktur, porsi APBD yang semula tersedot untuk pembangunan fisik bisa dialihkan guna menutup biaya operasional layanan gratis tersebut. Ini logika arsitektur anggaran yang harus dikawal ketat agar tidak berubah menjadi beban utang berantai.

Yang patut diwaspadai adalah kecepatan eksekusi setelah rombongan kembali ke Tanah Air. Pertukaran pengetahuan hanya akan menjadi catatan kaki sejarah jika tidak segera diturunkan menjadi draf regulasi dan kajian kelayakan finansial. Publik Jakarta berhak melihat tenggat waktu yang jelas kapan obligasi ini benar-benar masuk pasar, berapa nilai yang ditargetkan, dan proyek prioritas mana yang akan menyerap dana segar tersebut pertama kali.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ