Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Penyelam Basarnas Temukan Korban ke-13 di KM Virgo 8, 122 Penumpang Masih Hilang di Laut Jawa

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Penyelam Basarnas Temukan Korban ke-13 di KM Virgo 8, 122 Penumpang Masih Hilang di Laut Jawa
BAGIKAN:

Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) kembali menarik satu jenazah dari dalam badan KM Virgo 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada Senin (21/9) sekitar pukul 14.24 WIB. Penemuan ini menggenapkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 13 orang, sementara 122 penumpang lainnya masih berstatus hilang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

Satu per satu fakta di lapangan terkuak seiring lambatnya proses evakuasi. Dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, tim gabungan sejauh ini baru berhasil menemukan 121 korban. Rinciannya: 108 orang selamat dan 13 orang meninggal dunia. Angka 122 orang yang belum ditemukan bukan sekadar statistik. Itu adalah nama-nama yang keluarganya masih menanti di dermaga dengan mata sembab.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa operasi pencarian tidak mengenal kata surut. Seluruh personel dan sarana yang tersedia terus dikerahkan secara maksimal menyusuri puing kapal yang tenggelam akibat cuaca buruk tersebut. "Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga. Tim akan terus melakukan pencarian dengan maksimal, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan para penyelam," kata Syafii dalam keterangannya, Senin.

Proses pemindahan korban berjalan melalui jalur udara. Setelah dievakuasi dari dalam badan kapal, kedua korban kemudian dibawa menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Bandara Banjarmasin pada pukul 11.20 WITA. Langkah cepat ini krusial agar jenazah segera diserahkan kepada pihak terkait untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sebelum kondisi fisik semakin memburuk.

Tragedi ini bermula delapan hari lalu. KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Diduga kuat cuaca buruk menjadi penyebab utama hilangnya komunikasi. Pada hari yang sama, tim pencari menemukan kapal sudah dalam kondisi terbalik mengapung di tengah laut.

Beban terbesar saat ini bertumpu pada pundak ratusan keluarga korban. Delapan hari menunggu tanpa kejelasan nasib sanak saudara menggerus kewarasan siapa pun. Evakuasi bawah air memang sarat risiko tinggi bagi para penyelam BSG, namun kecepatan menemukan sisa penumpang yang hilang menjadi satu-satunya hal yang bisa meredakan ketegangan di posko krisis.

Analisis Redaksi

Angka 122 orang hilang setelah delapan hari pascakejadian menunjukkan betapa rumitnya medan operasi di dalam lambung kapal yang terbalik. Penyelaman di ruang sempit dengan visibilitas nol dan arus Laut Jawa yang tak menentu memaksa tim BSG bekerja dalam ritme yang sangat hati-hati. Satu kesalahan prosedur bisa menambah daftar korban, kali ini dari sisi petugas evakuasi itu sendiri.

Pernyataan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii tentang pengutamaan keselamatan penyelam adalah langkah taktis yang tepat. Namun, publik perlu mencermati apakah penambahan armada dan teknologi pemetaan bawah air sudah benar-benar dimaksimalkan. Waktu terus berjalan. Peluang menemukan korban selamat di dalam rongga udara kapal kian mengecil setiap jamnya.

Langkah logis selanjutnya menuntut transparansi penuh dari otoritas pelayaran terkait kelayakan kapal penyeberangan yang beroperasi di jalur Surabaya-Banjarmasin. Investigasi independen wajib dilakukan untuk menjawab pertanyaan mendasar: mengapa kapal dengan 243 penumpang diizinkan berlayar ketika peringatan cuaca buruk sudah beredar? Tanpa jawaban itu, tragedi serupa hanya tinggal menunggu giliran.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ