⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di Banda Sea pada 2/11/2026, 07.53.09. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Jalur Pemandu Warna-Warni Diterapkan di Halte Blok M untuk Cegah Kebingungan Penumpang

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Jalur Pemandu Warna-Warni Diterapkan di Halte Blok M untuk Cegah Kebingungan Penumpang
BAGIKAN:

Pengelola kompleks Halte Blok M menerapkan sistem jalur pemandu berwarna-warni pada Senin, 21 September 2026, guna memandu calon penumpang menemukan peron yang tepat sesuai layanan transportasi tujuan mereka. Langkah ini diambil langsung merespons keluhan warga yang kerap tersesat di area terminal yang membentang luas tersebut.

Sistem penandaan visual ini dirancang agar calon penumpang tak lagi kebingungan mencari peron sesuai layanan yang mereka tuju di kompleks Terminal Blok M yang cukup luas. Setiap warna mewakili rute atau jenis angkutan tertentu, sehingga mata pengguna jasa bisa langsung menangkap informasi tanpa harus membaca petunjuk teks berukuran kecil.

Kompleks Terminal Blok M memang bukan halte biasa. Titik transit ini menampung berbagai moda transportasi publik sekaligus, mulai dari bus TransJakarta hingga angkutan kota dan bus antarkota. Luasnya area peron sering kali membuat penumpang baru, bahkan warga lokal sekalipun, berputar-putar mencari titik tunggu yang benar.

Penerapan jalur pemandu berbasis warna sejatinya mengadopsi standar navigasi yang lazim digunakan di stasiun-stasiun kereta bawah tanah kelas dunia. Pendekatan ini mengandalkan memori visual manusia. Otak kita jauh lebih cepat memproses perbedaan warna ketimbang deretan angka atau nama trayek yang tertera di papan pengumuman.

Bagi ribuan komuter yang melintasi kawasan selatan Jakarta setiap harinya, inovasi sederhana ini berdampak langsung pada efisiensi waktu. Penumpang tidak perlu lagi bertanya berulang kali kepada petugas keamanan atau sesama pejalan kaki hanya untuk memastikan posisi berdiri sebelum bus tiba.

Analisis Redaksi

Langkah pengelola Halte Blok M membuktikan bahwa penyelesaian masalah transportasi publik tidak selalu menuntut anggaran triliunan atau pembangunan infrastruktur raksasa. Intervensi visual berupa jalur warna-warni adalah solusi murah yang menyasar akar persoalan: orientasi spasial pengguna layanan. Selama dua dekade meliput dinamika transportasi publik di ibu kota, saya mencatat bahwa kebingungan penumpang di titik transit besar selalu berujung pada penumpukan massa yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Yang patut diwaspadai kini adalah konsistensi perawatan. Jalur cat di lantai memiliki masa pakai terbatas, terutama jika terus-menerus terinjak oleh ribuan sepatu setiap hari. Tanpa jadwal pengecatan ulang yang ketat, warna-warna itu akan memudar dalam hitungan bulan dan mengembalikan kekacauan lama. Pengelola wajib memasukkan pemeliharaan visual ini ke dalam biaya operasional rutin, bukan sekadar proyek sekali pasang demi dokumentasi.

Secara logis, keberhasilan uji coba di Terminal Blok M seharusnya mendorong Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengevaluasi titik-titik transit lain yang memiliki tingkat kerumitan serupa. Harmonisasi sistem penandaan warna di seluruh koridor utama akan menciptakan ekosistem navigasi tunggal yang memudahkan siapa saja, termasuk wisatawan atau penyandang disabilitas, bergerak melintasi kota tanpa hambatan berarti.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸