Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

22 Penumpang Selamat KM Virgo Transport 8 Tak Tercatat dalam Manifes Kapal

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

22 Penumpang Selamat KM Virgo Transport 8 Tak Tercatat dalam Manifes Kapal
BAGIKAN:

Dua puluh dua penumpang yang berhasil selamat dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 ternyata tidak tercatat dalam manifes resmi kapal. Fakta ini mencuat pada hari kedelapan operasi pencarian dan pertolongan, ketika petugas mendata ulang seluruh korban selamat dan menemukan selisih angka yang mengkhawatirkan antara dokumen keberangkatan dengan kondisi di lapangan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyatakan timnya masih mencocokkan data 22 penumpang tersebut. Proses verifikasi ini krusial untuk memastikan apakah terjadi kesalahan pencatatan administratif atau memang ada penambahan jumlah penumpang secara gelap setelah kapal bertolak dari pelabuhan asal. "Data yang ada, sama data yang di manifes, itu ternyata ada 22 orang tidak ada di data manifes kapal. Jadi kita lagi coba mencocokkan," kata Heri saat konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (20/9) malam.

Manifes yang diterima KSOP dari Surabaya mencatat total penumpang sebanyak 243 orang. Angka ini menjadi patokan utama sejak awal operasi. Namun, setelah petugas melakukan pendataan terhadap 108 penumpang yang ditemukan selamat, nama 22 orang di antaranya sama sekali tidak tercantum dalam dokumen keberangkatan tersebut.

Heri menjelaskan satu kemungkinan penyebab perbedaan data ini. Perbedaan identitas antara nama yang didaftarkan di manifes dengan nama asli penumpang saat pendataan ulang di Banjarmasin tengah diselidiki. "Biasanya kan penumpang itu misalnya dia pakai namanya nama panggilan. Ternyata pada saat di sini namanya sesuai dengan KTP. Nah itu mungkin masih kita coba konfirmasi sama teman-teman nanti di Surabaya," ujar Heri. Tim KSOP akan berkoordinasi langsung dengan otoritas pelabuhan di Surabaya untuk melacak akar masalah ini.

Hingga pukul 22.00 Wita pada Minggu (20/9), Basarnas mencatat 118 korban telah ditemukan selama delapan hari operasi SAR berlangsung. Rinciannya, 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Mengacu pada manifes berisi 243 orang, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan di perairan Laut Jawa.

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin membawa 243 orang berdasarkan data manifes. Kapal ini dihantam cuaca buruk dan dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Pada hari yang sama, bangkai kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo.

Analisis Redaksi

Temuan 22 penumpang gelap ini bukan sekadar anomali administratif. Dalam dua dekade meliput maritim, pola serupa berulang kali muncul pada kecelakaan kapal penumpang antarpulau. Selisih data ini membuka ruang pertanyaan serius tentang pengawasan pintu masuk pelabuhan di Surabaya. Jika 22 orang bisa naik tanpa tiket resmi, berapa banyak lagi yang mungkin berada di lambung kapal tanpa terdeteksi? Angka 125 orang yang belum ditemukan menjadi jauh lebih mengerikan jika manifes dasar saja sudah cacat sejak awal pelayaran.

Pernyataan Heri mengenai kemungkinan penggunaan nama panggilan memang masuk akal secara teknis. Masyarakat kerap mendaftar dengan nama sehari-hari, bukan nama sesuai Kartu Tanda Penduduk. Namun alasan ini tidak boleh menutupi potensi pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran. Kapasitas muatan kapal dihitung berdasarkan manifes. Penambahan 22 orang mengubah titik keseimbangan kapal, apalagi saat menghadapi cuaca buruk di perairan Masalembo yang terkenal ganas.

Langkah logis selanjutnya menuntut audit menyeluruh terhadap sistem penjualan tiket dan pengecekan fisik penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sebelum kapal berangkat. Otoritas di Surabaya harus segera dimintai keterangan. Tanpa investigasi ketat soal siapa 22 orang ini dan bagaimana mereka bisa menembus pengawasan pelabuhan, tragedi kecelakaan kapal dengan muatan berlebih akan terus memakan korban di masa depan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸