Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Putaran Keempat Pertamina MRS Tuntas, 108 Pembalap Asah Mental di Sirkuit Mandalika Berstandar Dunia

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Putaran Keempat Pertamina MRS Tuntas, 108 Pembalap Asah Mental di Sirkuit Mandalika Berstandar Dunia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Seratus delapan pembalap dari berbagai kelas menuntaskan persaingan di putaran keempat Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada Sabtu (19/9).
  • Ajang ini sekaligus menjadi arena uji nyali bagi talenta lokal sebelum sirkuit tersebut kembali dipakai untuk gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
  • Komposisi peserta terbagi dalam empat kelas utama dan dua kelas pendukung.

Seratus delapan pembalap dari berbagai kelas menuntaskan persaingan di putaran keempat Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada Sabtu (19/9). Ajang ini sekaligus menjadi arena uji nyali bagi talenta lokal sebelum sirkuit tersebut kembali dipakai untuk gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Komposisi peserta terbagi dalam empat kelas utama dan dua kelas pendukung. Sebanyak 80 pembalap bertarung di kelas National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Super Sport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC). Sementara itu, 28 pembalap lainnya mengisi kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18. Lintasan berstandar internasional ini memaksa mereka beradaptasi dengan karakter trek yang sama persis dengan ajang balap dunia.

Irfan Hadiansah, pembalap asal Semarang yang telah mengikuti Pertamina MRS sejak 2024, melihat langsung dampak kompetisi ini terhadap perkembangan karirnya. Ia menilai keberadaan kelas junior menjadi fondasi penting agar pembalap tidak langsung terjun ke kelas berat tanpa persiapan matang.

"Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun," ujar Irfan. Ia berharap seri balapan ini terus berlanjut agar pembalap muda memiliki ruang mengembangkan kemampuan menuju jenjang berikutnya.

Pandangan serupa datang dari Chandra Hermawan. Pembalap asal Lumajang yang sudah tiga tahun mengaspal di Pertamina MRS ini menegaskan bahwa regenerasi atlet hanya bisa terjadi jika lintasan berkualitas dibuka selebar-lebarnya untuk bibit baru. "Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan," kata Chandra. Ia menambahkan harapannya agar ajang ini melahirkan semakin banyak pembalap berkualitas dan semakin jaya.

Dari sisi penyelenggara, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa dukungan perusahaan pelat merah ini melampaui sekadar sponsor acara. Menurut Baron, para pembalap mendapatkan ruang krusial untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, dan membangun mental bertanding di atmosfer kompetisi berstandar internasional.

"Pertamina ingin ikut membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta Indonesia untuk terus berkembang. Dari kompetisi nasional, para pembalap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengalaman sebagai bekal untuk melangkah ke panggung motorsport dunia," pungkas Baron. Seluruh rangkaian pembinaan ini bergerak seirama dengan persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

Analisis Redaksi

Keputusan Pertamina menjadikan Mandalika International Circuit sebagai markas pembinaan pembalap lokal adalah langkah strategis yang menutup celah lama dalam dunia motorsport tanah air. Selama puluhan tahun, pembalap Indonesia kerap kesulitan bersaing di kancah Asia maupun dunia bukan karena kurang bakat, melainkan minimnya jam terbang di sirkuit bersertifikat FIM. Dengan menggelar seri rutin di lintasan yang sama persis dengan arena MotoGP, gap adaptasi teknis saat seorang pembalap naik kelas bisa dipangkas secara signifikan.

Struktur kelas yang dirancang dari U-15 hingga SS600 menunjukkan peta jalan pembinaan yang logis. Pernyataan Irfan Hadiansah dan Chandra Hermawan membuktikan bahwa skema penjenjangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku di lapangan, bukan sekadar konsep di atas kertas. Tantangan terbesarnya kini terletak pada konsistensi penyelenggaraan tahunan seperti yang disuarakan para pembalap, mengingat kontinuitas adalah kunci utama dalam mencetak atlet elit.

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober mendatang, mata publik tentu akan tertuju pada kesiapan infrastruktur dan manajemen acara. Namun di balik hiruk-pikuk balap dunia tersebut, keberhasilan sejati justru diukur dari berapa banyak alumni Pertamina MRS yang kelak mampu menembus grid start kejuaraan internasional. Ekosistem yang dibangun Baron dan timnya harus dijaga agar tidak berhenti ketika sorotan kamera padam.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ