Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pramono Anung Temui Wali Kota New York, Bahas Kerja Sama Kota hingga Basket

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pramono Anung Temui Wali Kota New York, Bahas Kerja Sama Kota hingga Basket
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka agenda diplomatik di Amerika Serikat dengan pendekatan personal saat bertemu Wali Kota New York, Zohran Mamdani, di Civic Hall pada Minggu (20/9). Pertemuan bilateral ini tidak hanya membahas isu strategis perkotaan, tetapi juga diawali dengan obrolan ringan seputar kecintaan Pramono terhadap tim basket New York Knicks sebagai pencair suasana sebelum masuk ke diskusi serius.

Dalam unggahan media sosialnya, Pramono secara langsung memperkenalkan diri sebagai penggemar berat Knicks. "Hai, Mayor Zohran Mamdani. Saya penggemar New York Knicks," sapa Pramono. Respons Mamdani cukup hangat, menyambut kedatangan tamu dari Indonesia tersebut dengan ucapan selamat datang. Momen ini menunjukkan bagaimana diplomasi kota sering kali dimulai dari kesamaan minat budaya pop yang mampu meruntuhkan sekat formalitas birokrasi.

Kecintaan Pramono terhadap Knicks bukan sekadar basa-basi. Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas kemenangan tim tersebut dalam National Basketball Association (NBA) 2026. "Karena, yang pertama, saya sangat senang ketika New York Knicks menjadi pemenang NBA 2026," ujar Pramono. Ia menelusuri sejarah fandom-nya sejak era Patrick Ewing (1985-2000) dan Carmelo Anthony (2011-2017), serta menyebut Jalen Brunson, Josh Hart, dan Mikal Bridges sebagai pemain favorit masa kini. Mamdani merespons dengan antusias, menyatakan kegembiraannya bertemu dengan gubernur yang juga merupakan fans sejati.

Di balik obrolan basket, agenda utama pertemuan ini adalah memperkuat kerja sama antara DKI Jakarta dan New York. Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, termasuk transportasi publik, kualitas udara bersih, pengelolaan air, ketahanan pesisir, manajemen sampah, hingga keterjangkauan harga pangan. Isu-isu ini mencerminkan tantangan umum yang dihadapi metropolis global, di mana solusi kolaboratif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup warga kota.

Kunjungan Pramono ke New York berlangsung dari Jumat (18/9) hingga beberapa hari ke depan, dalam rangka memenuhi undangan Mamdani untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026. Acara yang digelar pada 19-21 September 2026 ini bertepatan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. U20 berfungsi sebagai wadah bagi pemimpin kota besar dunia untuk merumuskan rekomendasi kebijakan terkait krisis perumahan, perubahan iklim, mobilitas manusia, dan kesempatan ekonomi, yang akan dituangkan dalam dokumen U20 Communiqué.

Selain KTT U20, Gubernur DKI Jakarta juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam Heat Roundtable bersama C40 Cities, Harvard University's Salata Institute for Climate and Sustainability, dan Atlantic Council's Climate Resilience Center. Rangkaian kunjungan ini akan ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent dengan New York University (NYU). Kerja sama ini bertujuan mengembangkan industri olahraga dan kepariwisataan di Jakarta, membawa pulang pengetahuan praktis untuk diterapkan bagi pelayanan publik yang lebih baik.

Analisis Redaksi

Pendekatan Pramono Anung yang memulai pertemuan dengan diskusi basket menunjukkan pemahaman matang tentang nuansa diplomasi kota. Di tingkat lokal, hubungan personal antar-pemimpin sering kali menjadi pintu masuk efektif untuk membicarakan isu teknis yang kompleks seperti pengelolaan sampah atau transportasi. Dengan membangun rapport melalui minat bersama, hambatan psikologis dalam negosiasi dapat diminimalisir, memungkinkan diskusi substansif berjalan lebih cair dan produktif.

Fokus kerja sama yang dipilih, mulai dari ketahanan pesisir hingga keterjangkauan pangan, menandakan bahwa Jakarta sedang bergeser dari pola kerja sama simbolis menuju kemitraan berbasis solusi teknis. New York, sebagai kota yang juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan tekanan urbanisasi, memiliki relevansi tinggi sebagai mitra belajar. Keberhasilan kunjungan ini tidak hanya diukur dari dokumen yang ditandatangani, tetapi dari implementasi nyata kebijakan yang diadopsi untuk warga Jakarta.

Kehadiran Pramono di forum sekelas U20 dan keterlibatannya dengan institusi akademik seperti NYU serta think tank iklim global menegaskan posisi Jakarta sebagai aktor aktif dalam tata kelola kota dunia. Ini adalah sinyal positif bahwa ibu kota Indonesia tidak lagi sekadar penerima bantuan atau studi banding pasif, melainkan mitra setara yang berkontribusi dalam perumusan kebijakan perkotaan global. Langkah ini perlu dikawal dengan transparansi agar hasil konkret benar-benar terasa dampaknya bagi masyarakat.

Meow! Tanya Nesi!
😸