Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 62,5 Kg Ganja dan Tangkap Selebgram Pengguna Etomidate

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 62,5 Kg Ganja dan Tangkap Selebgram Pengguna Etomidate
BAGIKAN:

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya secara resmi mengumumkan penangkapan dua tersangka dalam operasi gabungan yang mengungkap peredaran narkotika jenis ganja dengan total berat mencapai 62,5 kilogram serta menahan seorang selebgram yang terkonfirmasi positif menggunakan etomidate. Aksi cepat satuan khusus ini menandai pukulan signifikan bagi jaringan distribusi narkoba di wilayah ibu kota yang kian berani menyasar kalangan publik figur.

Penyidik menemukan barang bukti berupa ganja kering yang dikemas rapi dalam sejumlah bungkusan saat melakukan penggerebekan di lokasi yang dirahasiakan. Berat total 62,5 kilogram tersebut merupakan jumlah yang sangat besar untuk konsumsi pribadi, mengindikasikan adanya sindikat distribusi yang terstruktur dan memiliki jaringan pasokan luas. Petugas mengamankan barang bukti tersebut untuk keperluan visum et repertum serta penyelidikan lebih lanjut terhadap rantai pasokannya.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan dua modus operandi berbeda namun sama-sama meresahkan masyarakat. Di satu sisi, polisi membongkar peredaran ganja skala besar yang berpotensi menyasar remaja dan mahasiswa. Di sisi lain, terungkapnya penggunaan etomidate oleh seorang selebgram menunjukkan tren baru penyalahgunaan zat psikoaktif di kalangan influencer yang sering kali luput dari pengawasan ketat lingkungan sosial mereka.

Etomidate sendiri merupakan obat anestesi umum yang bekerja cepat namun memiliki efek samping berbahaya jika disalahgunakan tanpa pengawasan medis. Zat ini mulai marak disalahgunakan sebagai pengganti narkoba konvensional karena dianggap lebih sulit dideteksi dalam tes urine standar, meskipun efek halusinasi dan gangguan kesadaran yang ditimbulkannya tidak kalah parah dibandingkan narkotika golongan lain.

Dampak dari peredaran ganda ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat. Publik menuntut aparat penegak hukum untuk tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku tingkat bawah, tetapi juga mengusut tuntas otak di balik distribusi 62,5 kilogram ganja tersebut. Sementara itu, kasus selebgram menjadi peringatan keras bagi industri konten digital untuk lebih selektif dalam memantau perilaku tokoh panutan mereka.

Analisis Redaksi

Kombinasi antara penyitaan ganja dalam jumlah besar dan penahanan selebgram pengguna etomidate mencerminkan dualisme ancaman narkotika yang dihadapi Indonesia saat ini. Jaringan tradisional masih aktif memasok ganja secara massal, sementara kelompok elit atau publik figur beralih ke zat-zat medis yang disalahgunakan untuk menghindari stigma dan deteksi awal. Pola ini memerlukan pendekatan investigasi yang lebih cerdas dan berbasis intelijen, bukan sekadar razia fisik biasa.

Pemerintah perlu segera memperketat regulasi mengenai distribusi obat-obatan mengandung etomidate agar tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Tanpa langkah preventif yang kuat, tren penyalahgunaan zat medis akan terus meningkat dan menciptakan generasi baru pecandu yang sulit direhabilitasi karena ketergantungan pada zat yang secara teknis legal namun digunakan secara ilegal. Sinergi antara kepolisian, badan pengawas obat, dan platform media sosial menjadi kunci utama memutus mata rantai ini.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ