Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Jatim Hanguskan 1.509 Hektare di Gunung Kawinajang, Buthak, dan Wilis

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karhutla Jatim Hanguskan 1.509 Hektare di Gunung Kawinajang, Buthak, dan Wilis
BAGIKAN:

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyapu tiga kawasan pegunungan di Jawa Timur hingga Sabtu (19/9), dengan total area hangus mencapai 1.509 hektare yang tersebar di Gunung Kawinajang, Gunung Buthak, dan Gunung Wilis. Tim gabungan terus berupaya memadamkan api melalui jalur darat dan udara, meski terkendala medan ekstrem serta kabut tebal yang mengurangi visibilitas operasional.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mencatat kerusakan paling parah terjadi di wilayah perbatasan Gunung Kawinajang dan Gunung Buthak. Luas area terbakar di lokasi tersebut tercatat sekitar 1.459 hektare dan angka ini masih berpotensi bertambah seiring berjalannya pemadaman. Sementara itu, di kawasan Gunung Wilis yang masuk wilayah administratif Kabupaten Nganjuk, luas lahan terdampak mencapai 50 hektare.

Operasi pemadaman melibatkan kolaborasi intensif antara BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD tingkat kabupaten, Perhutani, relawan, hingga asosiasi warga setempat. Untuk mendukung upaya dari udara, pihak berwenang mengerahkan Helikopter PK-DAP dengan kapasitas bucket air 1.000 liter. Pada dua sortie pertama, helikopter ini telah menjatuhkan total 3.000 liter air melalui metode water bombing di wilayah Gunung Buthak untuk menekan intensitas api.

Meski armada udara dimaksimalkan, efektivitasnya sering terhambat oleh kondisi cuaca lokal yang berkabut. Satriyo menjelaskan bahwa jarak pandang helikopter menuju titik kepulan asap kerap terganggu, sehingga observasi dan pengeboman air harus dilakukan dengan hati-hati. Saat ini, helikopter masih melanjutkan operasi water bombing setelah observasi menunjukkan kepulan asap masih terpantau jelas di wilayah Gunung Kawinajang.

Tantangan serupa bahkan lebih berat dihadapi tim darat karena medan yang sangat ekstrem. Banyak titik api membakar vegetasi di area di luar jangkauan petugas, memaksa strategi beralih pada pembatasan penyebaran. Personel bersama warga lokal fokus membuat sekat bakar di wilayah Gunung Malang dan area terdampak lainnya. Di Gunung Wilis, posisi api di puncak yang terjal dan curam menyulitkan akses pemadaman manual, sehingga upaya difokuskan pada pemantauan jarak jauh dan pemutusan jalur rambatan api.

Analisis Redaksi

Karhutla yang melanda tiga gunung sekaligus menyoroti kerentanan ekosistem pegunungan Jawa Timur terhadap perubahan iklim mikro dan faktor manusia. Kombinasi medan terjal dan cuaca berkabat bukan sekadar hambatan teknis, tetapi indikator bahwa pencegahan dini melalui patroli rutin dan edukasi masyarakat sekitar hutan perlu diperkuat. Ketergantungan pada pemadaman reaktif saat api sudah besar cenderung kurang efektif dibandingkan pencegahan di hulu.

Koordinasi lintas lembaga yang terlihat dalam respons kali ini patut diapresiasi, namun keberlanjutan pemulihan pasca-karhutla menjadi tantangan berikutnya. Data kerusakan yang masih berkembang menuntut kesiapan anggaran dan logistik yang fleksibel. Publik perlu diwaspadakan terhadap potensi penurunan kualitas udara dan longsor susulan akibat hilangnya tutupan vegetasi, terutama jika musim hujan tiba sebelum lahan pulih sepenuhnya.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸