Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Iran Ancam Balas Tanpa Ampun Jika AS Kembali Serang dengan Restu Negara Teluk

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Iran Ancam Balas Tanpa Ampun Jika AS Kembali Serang dengan Restu Negara Teluk
BAGIKAN:

Iran bersumpah membalas tanpa ampun setiap serangan Amerika Serikat setelah menerima informasi bahwa Washington memutuskan kembali menggempur Teheran dengan lampu hijau dari sejumlah negara di kawasan Teluk. Ancaman keras itu disampaikan langsung oleh Komando Pusat Khatam al-Anbiya melalui stasiun televisi pemerintah IRIB dan dikutip Anadolu, Minggu (20/9).

Pernyataan militer Iran tidak menyisakan ruang kompromi. Komando pusat menegaskan setiap gempuran AS akan dibalas dengan menyerang pangkalan serta kepentingan Amerika Serikat tanpa batasan maupun pertimbangan apa pun. Kalimat itu bukan sekadar retorika kosong di tengah eskalasi yang terus merangkak naik.

Teheran juga melempar peringatan tajam kepada negara-negara Timur Tengah. Mereka akan dianggap terlibat secara langsung jika AS melancarkan serangan besar dari pangkalan-pangkalan militernya di wilayah tersebut. "Kami memperingatkan bahwa jika negara-negara di kawasan berpihak pada agresi Setan Besar terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, mereka semua akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Militer Iran bahkan memastikan angkatan bersenjata mereka tidak akan lagi menahan diri atau menunjukkan sikap baik kepada pihak mana pun yang ikut campur. Pernyataan ini menandai lonjakan ketegangan baru setelah kesepakatan kerangka antara Washington dan Teheran yang ditandatangani pada Juni lalu resmi runtuh.

Akar krisis ini bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan provokasi terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran merespons dengan menyerang sejumlah negara yang menjadi lokasi aset militer AS sekaligus menutup Selat Hormuz—jalur perairan paling vital bagi ekspor minyak dan gas dunia. Kesepakatan penghentian operasi militer sempat dicapai, namun perbedaan pendapat soal pelayaran di jalur strategis itu menghancurkan seluruh upaya perdamaian.

Kehancuran kesepakatan Juni meninggalkan kekosongan diplomatik yang berbahaya. Tanpa mekanisme pengatur pelayaran di Selat Hormuz, pasar energi global kembali menghadapi ancaman gangguan pasokan yang bisa memicu lonjakan harga seketika.

Analisis Redaksi

Runtuhnya kesepakatan kerangka Juni membuktikan betapa rapuhnya diplomasi di Timur Tengah ketika berhadapan dengan sengketa maritim strategis. Perbedaan pendapat soal pelayaran di Selat Hormuz bukan sekadar masalah teknis navigasi, melainkan perebutan kendali atas urat nadi ekonomi energi dunia. Ketika jalur negosiasi buntu, bahasa militer mengambil alih panggung utama.

Peringatan Iran kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk mengubah kalkulasi keamanan regional secara drastis. Negara-negara yang selama ini memberikan ruang bagi pangkalan militer AS kini terjepit di antara dua tekanan: tuntutan loyalitas dari Washington dan ancaman pembalasan langsung dari Teheran. Tidak ada lagi zona abu-abu bagi mereka.

Langkah selanjutnya yang paling logis adalah konsolidasi pertahanan udara di sekitar Selat Hormuz oleh kedua belah pihak. Pasar minyak global perlu bersiap menghadapi volatilitas ekstrem. Jika pertemuan rahasia di sebuah negara Eropa yang diklaim Iran benar terjadi, kita sedang menyaksikan babak baru konflik terbuka yang jauh lebih sulit dikendalikan dibandingkan eskalasi Februari lalu.

Meow! Tanya Nesi!
😸