Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BPK Resmi Periksa Laporan Keuangan Danantara 2025, Cakupan Meluas ke Seluruh BUMN

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BPK Resmi Periksa Laporan Keuangan Danantara 2025, Cakupan Meluas ke Seluruh BUMN
BAGIKAN:

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi memulai pemeriksaan atas laporan keuangan konsolidasian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025 melalui penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan oleh Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo kepada CEO BPI Danantara Rosan Roeslani pada Kamis (17/9). Langkah ini menandai dimulainya audit menyeluruh yang tidak hanya menyasar entitas induk, tetapi juga merambah seluruh Badan Usaha Milik Negara di bawah payung pengelola investasi tersebut.

Pemeriksaan diawali lewat mekanisme Grand Entry Meeting. Dalam forum itu, Slamet menegaskan posisi lembaga auditor negara terhadap entitas baru yang kini mengelola aset raksasa ini. "BPK berkomitmen mengawal tata kelola dan akuntabilitas BPI Danantara sebagai fondasi pelaporan keuangan yang berkualitas," ujar Slamet dalam keterangan tertulis yang dikutip Detik Finance, Minggu (20/9).

Ruang lingkup audit kali ini tergolong masif. Tim pemeriksa akan menelusuri catatan keuangan BPI Danantara, PT Danantara Aset Manajemen (PT DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (PT DIM), hingga seluruh BUMN yang terafiliasi. Landasan hukumnya berpijak pada tiga pilar regulasi sekaligus: UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, serta UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang terakhir diubah melalui UU Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi terakhir secara eksplisit mewajibkan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan BPI Danantara diperiksa oleh BPK.

Proses menuju meja pemeriksaan sebenarnya sudah berjalan dua bulan terakhir. BPI Danantara menyerahkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 versi unaudited kepada BPK pada 20 Juli 2026. Setelah dokumen diterima, BPK menerbitkan Surat Tugas Pemeriksaan pada 14 Agustus 2026. Jeda waktu antara penerbitan surat tugas hingga Grand Entry Meeting dimanfaatkan tim auditor untuk memperbarui penilaian risiko, menetapkan materialitas, dan menyusun strategi pemeriksaan agar kerja lapangan berjalan efektif dan terarah sesuai standar.

Target utama dari seluruh rangkaian proses ini adalah pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan. Auditor bakal menguji kesesuaian laporan dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern. Pendekatan berbasis risiko (risk-based audit) diterapkan untuk memburu potensi kesalahan penyajian material, kecurangan (fraud), penyalahgunaan (abuse), ketidakpatuhan, maupun kelemahan pengendalian intern di tubuh pengelola investasi negara tersebut.

Bagi publik, transparansi keuangan Danantara bukan sekadar urusan teknis akuntansi. Dana yang dikelola lembaga ini bersumber dari kekayaan negara yang dipisahkan, mencakup portofolio saham-saham BUMN strategis yang berdampak langsung pada hajat hidup masyarakat. Opini wajar atau tidak wajar dari BPK kelak menjadi tolok ukur apakah transisi pengelolaan aset negara ke dalam satu wadah superholding berjalan tanpa kebocoran nilai.

Analisis Redaksi

Audit perdana terhadap laporan keuangan konsolidasian BPI Danantara merupakan ujian kredibilitas awal bagi lembaga yang relatif baru ini. Penggunaan pendekatan berbasis risiko menunjukkan BPK menyadari kompleksitas struktur Danantara yang membawahi PT DAM, PT DIM, dan seluruh BUMN sekaligus. Kompleksitas lintas entitas semacam ini selalu membuka celah bagi transaksi antarpihak berelasi yang rawan mengaburkan posisi keuangan sesungguhnya jika sistem pengendalian intern tidak dirancang ketat sejak hari pertama operasional.

Penyerahan laporan unaudited pada 20 Juli 2026 dan penerbitan Surat Tugas Pemeriksaan sebulan kemudian memperlihatkan rentang persiapan yang cukup disiplin. Namun, tantangan terbesar terletak pada fase eksekusi lapangan. Mengaudit satu entitas saja kerap memakan waktu berbulan-bulan; memeriksa seluruh BUMN dalam satu tarikan napas konsolidasi menuntut kapasitas sumber daya manusia dan ketajaman metodologi yang luar biasa dari tim Anggota VII BPK.

Ke depan, hasil pemeriksaan ini akan menentukan arah kepercayaan pasar dan investor global terhadap tata kelola aset negara Indonesia. Jika BPK menemukan kelemahan material atau indikasi fraud, pemerintah harus siap merombak mekanisme pengawasan internal Danantara secara radikal. Sebaliknya, opini wajar tanpa pengecualian akan menjadi modal politik sekaligus ekonomi yang kuat bagi Rosan Roeslani untuk mempercepat konsolidasi aset-aset BUMN di bawah satu komando investasi nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸