Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Subianto Hadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo

AgamaUstaz FarhanUstaz FarhanSumber: Antara News
Ustaz Farhan
Ustaz Farhan
Penulis Religi

Menyajikan kajian agama Islam yang menyejukkan dan relevan dengan kehidupan modern.

Prabowo Subianto Hadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto tiba di aula Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026), untuk mengikuti syukuran satu abad berdirinya lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di Indonesia tersebut. Kehadiran orang nomor satu di republik ini menegaskan posisi strategis pesantren yang telah mencetak ribuan tokoh bangsa sejak tahun 1926.

Kedatangan Prabowo langsung menyita perhatian ribuan santri, alumni, dan tamu undangan yang sudah memadati area aula jauh sebelum acara dimulai. Presiden hadir tepat waktu sesuai jadwal protokoler kepresidenan. Langkahnya memasuki ruangan utama disambut antusiasme luar biasa dari seluruh elemen civitas akademika pondok yang merayakan tonggak sejarah seratus tahun perjalanan mereka.

Pondok Modern Darussalam Gontor bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Selama satu abad terakhir, pesantren yang berdiri di tanah Ponorogo ini konsisten mempertahankan sistem pendidikan khas yang memadukan kurikulum agama dengan penguasaan bahasa asing secara intensif. Tradisi panjang inilah yang membuat nama Gontor selalu diperhitungkan dalam setiap diskursus pendidikan nasional maupun pergerakan umat Islam di Nusantara.

Syukuran satu abad menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh keluarga besar Gontor. Peringatan seratus tahun ini sekaligus menjadi panggung pertemuan antara tradisi keilmuan pesantren yang mengakar kuat dengan dinamika kepemimpinan negara modern. Prabowo memilih hadir langsung di tengah komunitas santri, sebuah langkah yang memperlihatkan perhatian khusus kepala negara terhadap akar rumput pendidikan berbasis agama di tanah air.

Bagi publik luas, kehadiran presiden pada perayaan ini membawa pesan simbolis yang kuat. Negara mengakui kontribusi nyata pesantren dalam membangun karakter bangsa selama seratus tahun terakhir. Masyarakat juga melihat bahwa ruang dialog antara pemerintah pusat dan lembaga pendidikan Islam tradisional tetap terbuka lebar dan dijaga dengan baik melalui interaksi langsung semacam ini.

Analisis Redaksi

Keputusan Prabowo Subianto menghadiri langsung syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo bukanlah rutinitas protokoler semata. Ini adalah kalkulasi politik dan kultural yang matang. Mendekati basis massa pesantren, terutama jaringan alumni Gontor yang tersebar di berbagai sektor strategis pemerintahan dan masyarakat, merupakan langkah konsolidasi sosial yang lazim dilakukan pemimpin nasional untuk memperkuat legitimasi kulturalnya di mata umat Islam Indonesia.

Yang patut diwaspadai oleh pengamat politik adalah bagaimana momen historis ini jangan sampai direduksi menjadi komoditas pencitraan jangka pendek. Satu abad perjalanan Gontor adalah narasi tentang ketahanan intelektual dan kemandirian finansial sebuah lembaga pendidikan yang menolak tunduk pada intervensi politik praktis manapun. Jarak aman antara independensi pesantren dan kedekatan dengan kekuasaan harus terus dijaga agar warisan seratus tahun itu tidak kehilangan ruh aslinya.

Secara logis, langkah selanjutnya yang bisa ditunggu publik adalah apakah kehadiran presiden ini akan diikuti kebijakan konkret yang mendukung ekosistem pesantren secara nasional. Dukungan infrastruktur, akses riset, hingga perlindungan terhadap kurikulum khas pesantren dari standardisasi yang kaku bisa menjadi indikator nyata. Tanpa tindak lanjut substantif, syukuran satu abad ini hanya akan berakhir sebagai catatan kaki di album foto istana.

Meow! Tanya Nesi!
😸