Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur di Ancol, Kapasitas 900 Jemaah
Fokus pada panduan keluarga islami, doa sehari-hari, dan nilai-nilai keagamaan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10). Fasilitas ibadah berkapasitas sekitar 900 jemaah ini kini beroperasi penuh sebagai landmark baru pesisir ibuota. Peresmian tersebut sekaligus menjawab penantian panjang warga yang selama bertahun-tahun mempertanyakan kelanjutan proyek arsitektural unik itu.
Usai prosesi peresmian, Pramono bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masyarakat melaksanakan salat Jumat berjamaah di masjid tersebut. Ia menegaskan bahwa bangunan ini tidak sekadar berfungsi sebagai tempat sujud. "Masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai landmark baru di pesisir Jakarta," ujar Pramono dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.
Pembangunan fisik masjid dimulai pada 1 Mei 2024 dan rampung pada 29 Juli 2026. Proyek dengan luas bangunan sekitar 2.241 meter persegi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang dirintis sejak 2019. Proses pengerjaan sempat terhenti akibat pandemi sebelum akhirnya dilanjutkan hingga tuntas. Ruang utama mampu menampung 600 jemaah, terdiri atas 460 laki-laki dan 140 perempuan, sementara area plaza menyediakan kapasitas tambahan sekitar 300 jemaah.
Arsitektur masjid digarap oleh Andra Matin dengan filosofi Bahtera Iman. Denah bangunan berbentuk segi lima melambangkan lima rukun Islam dan lima waktu salat. Unsur bulan dan bintang dalam desain menggambarkan cahaya serta petunjuk. Kehadiran struktur ini diharapkan memperkaya wajah Jakarta sebagai kota global yang tetap humanis dan berkarakter, sekaligus menjadi destinasi wisata religi baru bagi pengunjung Ancol dari berbagai daerah.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Syahmudrian Lubis menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemprov DKI dan semua pihak terlibat. "Kami mewakili Ancol, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan alim ulama, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Masjid Apung ini," tutur dia. Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyebut penyelesaian masjid ini sangat dinantikan. "Kapan Masjid Apung selesai? Itu selalu jadi pertanyaan warga Jakarta setiap kita melakukan reses ataupun pertemuan dengan warga," ungkap Suhud.
Analisis Redaksi
Peresmian Masjid Apung An-Nur menandai titik balik penting bagi pengembangan infrastruktur publik berbasis nilai spiritual di ruang terbuka hijau pesisir. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, badan usaha milik negara seperti PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan sektor swasta menunjukkan model pembiayaan alternatif yang efektif untuk fasilitas umum. Langkah ini secara strategis memperkuat narasi Jakarta sebagai kota yang menyeimbangkan modernisasi ekonomi dengan pelestarian identitas kultural-religius, sebuah elemen vital dalam menjaga kohesi sosial di tengah urbanisasi cepat.
Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada keberlanjutan pemeliharaan dan pengelolaan dampak lingkungan di area pesisir yang rentan terhadap abrasi dan pasang surut air laut. Integrasi fungsi ibadah dengan pariwisata massal menuntut manajemen kerumunan yang presisi agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah maupun kenyamanan wisatawan lainnya. Jika dikelola dengan baik, masjid ini berpotensi menjadi prototipe ruang publik multifungsi yang inklusif, namun kegagalan dalam aspek operasional bisa mengubahnya menjadi beban anggaran perawatan jangka panjang bagi Pemprov DKI.
BERITA TERKAIT (Agama)

Empat Toa Masjid Ciputat Bolong Diduga Ditembak Senapan Angin, Polisi Selidiki

Toa Masjid Ciputat Bolong, Polisi Duga Ditembak Senapan Angin dari Kel. Sawah Lama
