Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polling Israel: Eisenkot Ungguli Netanyahu, Koalisi Oposisi Diprediksi Kuasai Knesset

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polling Israel: Eisenkot Ungguli Netanyahu, Koalisi Oposisi Diprediksi Kuasai Knesset
BAGIKAN:

Gadi Eisenkot dari Partai Yashar memimpin Benjamin Netanyahu dalam simulasi pemilihan perdana menteri langsung dengan perolehan suara 48 persen berbanding 40 persen. Survei terbaru yang dirilis harian Maariv pada Jumat (18/9) ini menunjukkan pergeseran signifikan preferensi pemilih Israel menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Data tersebut merupakan hasil kerja sama lembaga survei Lazar Research dan Panel4All yang dilakukan pada 16-17 September terhadap 4.089 responden. Dengan margin kesalahan maksimal 4 persen, temuan ini memberikan gambaran awal bahwa popularitas perdana menteri petahana mengalami penurunan tajam dibandingkan rival utamanya dari kubu oposisi.

Dinamika persaingan tidak hanya terjadi antara Eisenkot dan Netanyahu. Dalam skenario hipotetis lainnya, mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga berhasil mengungguli Netanyahu dengan perolehan 44 persen lawan 41 persen. Namun, ketika dihadapkan dengan Avigdor Lieberman, Netanyahu masih mampu mempertahankan keunggulan tipis dengan 42 persen suara dibandingkan 38 persen untuk Lieberman.

Proyeksi komposisi parlemen atau Knesset juga menunjukkan tren yang kurang menguntungkan bagi blok pemerintahan saat ini. Koalisi yang dipimpin Netanyahu diprediksi hanya meraih 50 kursi, sementara blok oposisi diperkirakan akan menguasai 54 kursi. Sisanya, partai-partai Arab diproyeksikan mendapatkan 12 kursi dan Partai Reservists-Economic memperoleh empat kursi dari total 120 kursi yang tersedia.

Di tingkat perolehan kursi partai, Yashar pimpinan Eisenkot diprediksi menjadi kekuatan terbesar baru dengan 23 kursi, melampaui Likud milik Netanyahu yang hanya diproyeksikan mendapat 18 kursi. Partai Together milik Bennett mengikuti dengan 13 kursi, sedangkan Partai Demokrat dan Yisrael Beiteinu masing-masing memperoleh sembilan kursi. Sementara itu, Partai Jewish Power pimpinan Itamar Ben-Gvir diprediksi meraih delapan kursi, diikuti oleh partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism dan Shas yang masing-masing mendapatkan tujuh kursi.

Partai Religious Zionism yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich diproyeksikan memperoleh enam kursi. Dua partai kecil, yakni Partai Reservists-Economic dan Your People Israel, masing-masing diperkirakan meraih empat kursi. Dari 38 partai yang terdaftar untuk mengikuti pemilu Knesset mendatang, survei memproyeksikan hanya 13 partai yang akan melewati ambang batas pemilu. Komposisi suara partai Arab terbagi menjadi tujuh kursi untuk Joint Arab List dan lima kursi untuk United Arab List pimpinan Mansour Abbas.

Analisis Redaksi

Meski hasil survei ini bersifat sesaat dan tidak menentukan hasil akhir, angka 48 persen untuk Eisenkot adalah sinyal peringatan keras bagi kamp kanan yang selama ini mendominasi politik Israel. Kekalahan dalam simulasi head-to-head terhadap dua figur oposisi berbeda menunjukkan bahwa kelelahan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu telah mencapai titik kritis, bukan sekadar ketidakpuasan terhadap kebijakan spesifik tertentu.

Kekuatan Partai Yashar yang diprediksi meraih 23 kursi mencerminkan bangkitnya sentimen moderat dan keamanan yang lebih pragmatis di tengah masyarakat Israel. Jika proyeksi 54 kursi untuk blok oposisi terbukti akurat dalam penghitungan suara nanti, Netanyahu akan menghadapi tantangan berat dalam membentuk koalisi stabil, terutama mengingat fragmentasi suara di kubu sayap kanan religius yang kini terpecah ke beberapa partai kecil.

Meow! Tanya Nesi!
😸