Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PNM Sulap Lorong Kota Jadi Lahan Pangan Lewat Program Agro Urban Madani Berbasis Hidroponik

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PNM Sulap Lorong Kota Jadi Lahan Pangan Lewat Program Agro Urban Madani Berbasis Hidroponik
BAGIKAN:

Keterbatasan lahan di kawasan padat perkotaan tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk menanam sayuran setelah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan program Agro Urban Madani yang menyulap lorong dan gang sempit menjadi sumber pangan keluarga. Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan dalam keterangan tertulis pada Sabtu (19/8) bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk membantu nasabah PNM Mekaar belajar mandiri pangan sekaligus mendorong produktivitas tanpa membutuhkan tanah yang luas.

Program ketahanan pangan ini secara spesifik menargetkan nasabah PNM Mekaar yang selama ini tidak memiliki halaman atau lahan kosong untuk bertani. Untuk mengatasi hambatan ruang tersebut, pengelola menerapkan sistem hidroponik yang memungkinkan warga menanam dengan memanfaatkan area di sekitar tempat tinggal mereka secara maksimal.

Lorong yang sehari-hari hanya berfungsi sebagai jalur aktivitas warga kini berubah peran. Ruang komunal itu turut dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan sekaligus menjadi arena belajar merawat tanaman secara bersama-sama. Hasil panen dari lorong-lorong ini langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga setempat.

Dewi, seorang nasabah PNM Mekaar di Sukmajaya, Depok, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Bersama anggota kelompoknya, ia menanam pakcoy, kangkung, dan bayam di lingkungan tempat tinggal mereka. Proses menanam hingga memanen dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota kelompok.

"Alhamdulillah, sekarang jadi ada kegiatan yang bisa dilakukan bareng ibu-ibu. Kalau sudah panen biasanya bisa dibawa pulang untuk dimasak buat keluarga. Lumayan jadi hemat uang belanja," kata Dewi. Sayuran yang tumbuh hanya beberapa langkah dari rumah itu langsung dibawa pulang saat masa panen tiba untuk dimanfaatkan keluarganya.

Pengalaman Dewi bukan kasus tunggal. Program Agro Urban Madani saat ini telah hadir di 10 titik lainnya dan menjangkau ratusan nasabah PNM Mekaar di berbagai wilayah. Dalam pelaksanaannya, nasabah dilibatkan langsung dalam kegiatan budidaya, sementara pengelolaan program diserahkan kepada kelompok nasabah setempat agar berjalan mandiri.

Kindaris menilai program ini sejalan dengan semangat pemberdayaan perusahaan. "Pengetahuan tentang budidaya dapat dibagikan, proses menanam sampai memanen menjadi aktivitas yang bisa memperkuat gotong royong, dan bisa dijual untuk menambah pendapatan. Konsep ini sesuai dengan semangat pemberdayaan PNM," paparnya. Bagi PNM, ketahanan pangan tidak harus selalu dimulai dari lahan yang luas karena sumber pangan juga dapat tumbuh dekat dengan keluarga yang akan langsung menikmati hasilnya.

Analisis Redaksi

Langkah PNM mengintegrasikan ketahanan pangan ke dalam ekosistem pembiayaan mikro adalah manuver strategis yang melampaui fungsi konvensional lembaga keuangan. Selama puluhan tahun, institusi sejenis umumnya hanya berfokus pada penyaluran modal kerja. Dengan memasukkan Agro Urban Madani, PNM menciptakan jaring pengaman sosial langsung bagi nasabah di lapisan ekonomi paling bawah, terutama perempuan urban yang terpinggirkan dari akses lahan produktif.

Keberadaan 10 titik percontohan yang melibatkan ratusan nasabah memang menjanjikan, namun skalabilitas tetap menjadi ujian sesungguhnya. Sistem hidroponik menuntut pasokan air bersih dan nutrisi yang stabil. Jika kelompok nasabah gagal menjaga konsistensi perawatan setelah euforia awal mereda, lorong-lorong kota itu berpotensi kembali menjadi sekadar ruang mati. Kemandirian kelompok yang ditekankan Kindaris harus diukur dari kemampuan mereka bertahan tanpa intervensi terus-menerus dari pusat.

Secara logis, ekspansi program ini akan sangat bergantung pada data penghematan belanja rumah tangga nasabah seperti yang dialami Dewi. Apabila angka efisiensi tersebut dapat dikuantifikasi secara solid, model ini layak direplikasi oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi penanggulangan inflasi pangan di tingkat kelurahan. Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah memastikan hasil panen berlebih benar-benar terserap pasar lokal, bukan sekadar menumpuk di tingkat rumah tangga tanpa nilai tambah ekonomi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ