PDB per Kapita RI Tumbuh 210 Persen, Tembus 25 Besar Dunia 1990-2025

Indonesia resmi masuk dalam jajaran 25 besar negara dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto per kapita riil tertinggi di dunia dalam rentang waktu 35 tahun terakhir. Berdasarkan data Bank Dunia, real PDB per kapita Indonesia mencatat lonjakan hingga 210 persen sepanjang periode 1990 hingga 2025.
Capaian tersebut menempatkan posisi Indonesia di peringkat ke-24 dunia secara global. Lebih lanjut, di antara negara-negara anggota G20, Indonesia bahkan tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan PDB per kapita riil tertinggi dalam kurun waktu tersebut.
Data yang digunakan merupakan PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP) yang sudah disesuaikan dengan tingkat inflasi serta perbedaan daya beli antarnegara. Nilai tersebut memberikan gambaran riil mengenai aktivitas ekonomi penduduk di suatu negara.
PDB per kapita riil Indonesia berdasarkan PPP meningkat dari sekitar US$4.900 pada 1990 menjadi US$15.100 pada 2025. Jika dikalkulasikan menggunakan kurs Rp17.730 per dolar AS, nilainya setara dengan lonjakan dari sekitar Rp86,9 juta menjadi Rp267,7 juta.
Dengan pergerakan angka tersebut, nilai output ekonomi riil rata-rata per penduduk Indonesia pada 2025 tercatat lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi pada 1990. Secara global, pertumbuhan PDB per kapita riil dunia sendiri hanya meningkat 94 persen dari sekitar US$11.300 pada 1990 menjadi US$21.900 pada 2025.
Di tingkat global, Guyana memimpin di peringkat pertama dengan pertumbuhan PDB per kapita riil mencapai 1.549 persen yang ditopang produksi minyak lepas pantai. Sementara itu, China berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 1.404 persen berkat industrialisasi, disusul sejumlah negara Asia lainnya seperti Vietnam di peringkat keenam dan India di posisi ke-10.
Analisis Redaksi
Masuknya Indonesia ke dalam daftar 25 besar dunia menegaskan adanya akselerasi ekonomi jangka panjang yang konsisten dalam tiga dekade terakhir. Meskipun masih berada di bawah sejumlah negara tetangga Asia seperti Vietnam dan India, capaian ini membuktikan bahwa roda perekonomian nasional mampu mencetak nilai tambah output per kapita secara signifikan di tengah dinamika global.
Namun, masyarakat perlu memahami catatan penting bahwa PDB per kapita riil bukanlah cerminan langsung dari pendapatan atau gaji rata-rata individu. Indikator ini murni mengukur nilai output ekonomi riil rata-rata per penduduk setelah dikalkulasi dengan inflasi dan paritas daya beli, sehingga pekerjaan rumah terbesar pemerintah tetap pada pemerataan kesejahteraan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Di Tengah Gejolak IHSG, ANTM Disorot: Yield Dividen Potensial Tembus 14% dengan Target Harga Rp5.500

Menteri LH Buka Dugaan Pembakaran Hutan sebagai Sabotase Citra Pemerintah, Telusuri 335 Konsesi Perusahaan

Superbank Catat Lonjakan PBT 376% di Q3-2026, Didorong DPK Naik 79% dan Ekosistem Digital
