Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Jejak Dinasti Tang dan China di Masa Nabi Muhammad: Dari Jalur Sutra hingga Raksasa Modern

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Jejak Dinasti Tang dan China di Masa Nabi Muhammad: Dari Jalur Sutra hingga Raksasa Modern
BAGIKAN:

China telah menempati posisi strategis dalam ingatan kolektif umat Islam jauh sebelum statusnya sebagai raksasa ekonomi global terkukuh. Hal ini tercermin dari ungkapan populer "tuntutlah ilmu sampai ke negeri China" yang meski keabsahan riwayatnya masih diperdebatkan ulama, secara simbolis menandakan reputasi besar negeri tersebut sebagai pusat peradaban maju pada masa kehidupan Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad hidup antara tahun 570 hingga 632 Masehi, Asia Timur sedang memasuki periode krusial dengan kemunculan Dinasti Tang. Dinasti ini resmi berdiri pada 18 Juni 618 di bawah kepemimpinan Li Yuan atau Kaisar Gaozu, tepat saat Nabi Muhammad berusia sekitar 48 tahun. Pendirian dinasti ini menandai upaya pembangunan kembali stabilitas politik dan ekonomi setelah periode pergolakan panjang.

Di bawah pemerintahan Li Yuan, penyatuan wilayah dan penguatan aktivitas perdagangan menjadi fondasi utama kekaisaran. Catatan sejarah menggambarkan era Tang sebagai masa keemasan di mana perdagangan internasional berkembang pesat. Kota-kota besar berubah menjadi pusat pertukaran budaya, sementara hubungan dengan berbagai kawasan di Asia semakin intensif dan dinamis.

Kemajuan ekonomi tersebut ditopang oleh perdagangan komoditas bernilai tinggi seperti sutra, kain, keramik, dan kertas. Aktivitas niaga ini mengalir melalui dua jalur utama, yaitu Jalur Sutra darat yang menghubungkan China dengan Asia Tengah hingga Timur Tengah, serta rute maritim yang mempertemukan pelabuhan-pelabuhan China dengan jaringan perdagangan internasional yang lebih luas.

Pertukaran ini tidak sekadar memindahkan barang, tetapi juga menyebarkan pengetahuan, teknologi, dan gagasan. Dalam konteks inilah China mulai memiliki hubungan tidak langsung dengan dunia Arab. Makkah, tempat tinggal Nabi Muhammad, merupakan pusat perdagangan penting yang terhubung dengan jaringan dagang Mediterania Timur hingga ke pusat peradaban seperti China, sebagaimana digambarkan sejarawan Karen Armstrong dalam bukunya Muhammad Sang Nabi (2001).

Posisi Makkah sebagai kota dagang memberikan masyarakat Arab akses informasi mengenai wilayah jauh di luar Jazirah Arab. China dikenal memiliki kekayaan, produk dagang, serta tradisi peradaban yang mengesankan. Jarak geografis yang sangat jauh tidak menghalangi terbentuknya pengetahuan tersebut, bahkan sebelum dunia Barat mengenal benua Amerika dan Australia secara luas.

Hubungan dunia Islam dan China juga dikembangkan melalui kisah tradisional kedatangan para sahabat Nabi, salah satunya Sa'ad bin Abi Waqqas. Meski klaim perjalanan Sa'ad ke China masih diperdebatkan sejarawan karena kurangnya bukti kuat, kedatangan pedagang dan utusan Muslim ke kota pelabuhan seperti Guangzhou pada masa Dinasti Tang memiliki dasar sejarah yang lebih kokoh dan menjadi cikal bakal komunitas Muslim di China.

Analisis Redaksi

Narasi tentang China di masa awal Islam menunjukkan bahwa keterhubungan global bukanlah fenomena baru hasil modernisasi, melainkan warisan sejarah panjang yang dibangun melalui interaksi dagang dan budaya. Reputasi China sebagai pusat ilmu dan peradaban bukan sekadar mitos, melainkan realitas historis yang diakui oleh dunia Arab kala itu melalui arus informasi yang mengalir di sepanjang Jalur Sutra.

Kesinambungan pengaruh China dari era Dinasti Tang hingga kini menegaskan pola strategis yang konsisten. Jika dahulu pengaruhnya dibangun melalui komoditas fisik seperti sutra dan keramik, maka di era kontemporer, China memperluas dominasinya melalui industri modern, teknologi, dan investasi. Transformasi ini membuktikan kemampuan adaptasi peradaban China dalam mempertahankan relevansi di panggung geopolitik internasional selama berabad-abad.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸