Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tanoto Foundation Kukuhkan 176 Scholars Angkatan 2026, Program TELADAN Fokus Karakter dan Soft Skill

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Tanoto Foundation Kukuhkan 176 Scholars Angkatan 2026, Program TELADAN Fokus Karakter dan Soft Skill
BAGIKAN:

Tanoto Foundation resmi mengukuhkan 176 mahasiswa sebagai Tanoto Scholars angkatan 2026 lewat Program Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan (TELADAN), hasil seleksi berlapis yang berlangsung Juli hingga November 2025 dari 9.283 pendaftar seluruh Indonesia.

Para scholars berasal dari sepuluh perguruan tinggi mitra: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, IPB University, Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mulawarman. Program dirancang berlangsung 3,5 tahun terbagi tiga fase: Lead Self (semester 2โ€“4), Lead Others (semester 5โ€“6), dan Persiapan Profesional (semester 7โ€“8).

Berbeda dari beasiswa konvensional yang sekadar menyalurkan dana, TELADAN dibangun sebagai pengembangan kepemimpinan dan soft skill terstruktur. Sembilan karakter inti โ€” kesadaran diri, pola pikir berorientasi target, kemampuan berinovasi, semangat belajar berkelanjutan, kepedulian, memberdayakan orang lain, ketangguhan, integritas, dan jiwa kewirausahaan โ€” menjadi kerangka pembentukan selama tujuh semester. Chief Executive Officer Tanoto Foundation, Benny Lee, menegaskan komitmen jangka panjang yayasan menyiapkan pemimpin yang tidak hanya unggul akademik tapi juga kuat karakter.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dalam sambutan tertulis, Jumat (18/9), mengingatkan bahwa kesempatan ini merupakan bentuk kepercayaan besar. "Kesempatan yang kalian dapatkan hari ini adalah bentuk kepercayaan besar, bahwa pendidikan mampu mengubah hidup seseorang, bahkan arah suatu bangsa," ujarnya. Ia menegaskan esensi program bukan kenyamanan pribadi melainkan bagaimana beasiswa membuka jalan bagi orang lain, menjadi cahaya dan menciptakan dampak luas. Rano juga meminta para scholars mengingat momen pengukuhan sebagai pengingat untuk jadi teladan lewat nilai dan dampak positif.

Klaim dampak didukung data keras. TELADAN Programme Evaluation Report: Enhancing Leadership Capacity and Graduate Competitiveness in Indonesia (2025) mencatat alumni memiliki peluang 27 persen lebih tinggi memperoleh pekerjaan dan 36 persen lebih besar meraih pendapatan lebih tinggi dibanding kelompok pembanding. Evaluasi itu menemukan program menggandakan peluang mobilitas sosial ke atas; sejumlah alumni menyamai atau melampaui pendapatan orang tua hanya dalam setahun pertama bekerja. Pemberi kerja menilai alumni TELADAN unggul di daya adaptasi, kepemimpinan, dan komunikasi.

Pasca lulus, scholars bergabung ke jaringan alumni lintas negara yang berkomitmen pada pembelajaran, kolaborasi, dan dampak positif berkelanjutan. Benny Lee mendorong semangat pay it forward: "Terpilih dari ribuan pendaftar bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi titik awal untuk terus belajar dengan rendah hati sembari menciptakan dampak bagi komunitas sekitar."

Analisis Redaksi

Program TELADAN menjawab kesenjangan fundamental antara kebutuhan pasar kerja โ€” yang menuntut soft skill dan adaptabilitas sebagaimana terbukti riset Harvard Business School dan Kellogg School of Management โ€” dengan output pendidikan konvensional yang masih berat di sisi indeks prestasi kumulatif. Data evaluasi 2025 memberikan bukti empiris bahwa investasi pada pembentukan karakter mengembalikan hasil terukur: employability naik 27 persen, income mobility 36 persen, dan mobilitas sosial ke atas digandakan. Ini bukan sekadar narasi filantropi; ini adalah model intervensi yang dapat diverifikasi dan, potensial, diskalakan.

Yang perlu diwaspadai: skala 176 scholars dari 9.283 pendaftar (rasio 1,9 persen) menunjukkan ketatnya gerbang masuk, namun tantangan nyata ada pada konsistensi kualitas mentoring dan kurikulum di sepuluh kampus yang heterogen. Frasa pay it forward yang diulang-ulang narasumber harus dibuktikan dengan mekanisme pelacakan dampak komunitas yang transparan, agar tidak terjebak jargon tanpa substansi. Evaluasi longitudinal lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menjadi ujian nyata apakah "karakter" yang dibangun benar-benar tahan badai dinamika karier.

Langkah logis selanjutnya: Tanoto Foundation perlu memperluas cakupan evaluasi ke metrik jangka menengah โ€” retensi jabatan, kemajuan karir, dan kontribusi inovasi di tempat kerja โ€” serta memperdalam kolaborasi dengan industri agar kurikulum Lead Self, Lead Others, dan Persiapan Profesional tetap relevan dengan pergeseran kebutuhan pasar kerja yang kian cepat. Tanpa umpan balik real-time dari pemberi kerja, risiko keterbelakangan kurikulum tetap mengintai.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ