Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tanoto Foundation Dana Riset Medis Singapura: Strategi Jangka Panjang Atasi Diabetes, Kanker hingga Penuaan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Tanoto Foundation Dana Riset Medis Singapura: Strategi Jangka Panjang Atasi Diabetes, Kanker hingga Penuaan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Tanoto Foundation mengokohkan posisinya dalam ekosistem riset medis Asia Tenggara melalui pendanaan masif yang menyasar penyakit kronis spesifik populasi Asia.
  • Program unggulan Child and Maternal Health Program (CHaMP) menjadi tonggak utama kemitraan dengan KK Women's and Children's Hospital (KKH).
  • Temuan kritis dari riset KKH yang didukung Tanoto Foundation mengubah strategi kesehatan ibu.

Tanoto Foundation mengokohkan posisinya dalam ekosistem riset medis Asia Tenggara melalui pendanaan masif yang menyasar penyakit kronis spesifik populasi Asia. Yayasan ini tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga memanfaatkan infrastruktur riset Singapura dan lanskap layanan kesehatan akademik terintegrasi untuk mendukung inisiatif melawan diabetes, kanker, hingga penuaan ovarium.

Program unggulan Child and Maternal Health Program (CHaMP) menjadi tonggak utama kemitraan dengan KK Women's and Children's Hospital (KKH). CHaMP memfokuskan intervensi pada anak usia 0-3 tahun melalui lima area strategis: pengembangan praktik terbaik kesehatan ibu-anak, pendanaan riset berbasis Singapura, edukasi publik, kepemimpinan gagasan, serta kemitraan multi-pihak. Dari kerangka ini, lahir CRADLE (Community-enabled Readiness for the First 1,000-Days Learning Ecosystem) pada 2019, sebuah ekosistem belajar mandiri berbasis komunitas yang menemani ibu sejak masa kehamilan hingga masa awal tumbuh kembang anak demi meningkatkan self-efficacy orang tua.

Temuan kritis dari riset KKH yang didukung Tanoto Foundation mengubah strategi kesehatan ibu. Studi membuktikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan membantu ibu pertama kali melahirkan mempertahankan berat badan pascamelahirkan lebih baik. Sebaliknya, penggunaan kombinasi susu formula meningkatkan risiko kelebihan berat badan 5 kg atau lebih hingga bulan keenam. Temuan ini memperkuat argumen ilmiah untuk mendorong praktik menyusui eksklusif dan memperluas cakupan CRADLE hingga anak usia tiga hingga empat tahun untuk memastikan dukungan berkelanjutan di masa krusial tumbuh kembang.

Dalam bidang metabolik dan kardiovaskular, Tanoto Foundation berkolaborasi dengan National Healthcare Group (NHG) meluncurkan Diabetes Reversal Programme. Program ini mengandalkan pendekatan perubahan perilaku untuk mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes murni tanpa obat maupun operasi, sekaligus mendorong riset di layanan primer dan komunitas. Proyek paralel dipimpin oleh A/Prof Rinkoo Dalan dari Tan Tock Seng Hospital yang menguji potensi kolkisin—obat antiinflamasi terjangkau—untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2 berisiko tinggi. Tim peneliti menggunakan teknologi mikrofluida canggih untuk mengidentifikasi profil neutrofil inflamasi, mengelompokkan pasien, dan menilai efektivitas kolkisin lewat pengobatan presisi guna mencegah serangan jantung dan stroke secara efisien.

Riset onkologi dan oftalmologi juga mendapat sorotan intensif. Dr Jason Chan dari National Cancer Centre Singapore memimpin pemetaan lanskap molekuler dan genomik empat jenis kanker dengan prevalensi tinggi di Asia: kanker payudara pada perempuan Asia, limfoma sel T/NK, kolangiokarsinoma, dan kanker langka lainnya. Dengan data anonim yang dibagikan secara global, proyek ini bertujuan menemukan terapi baru yang sesuai biologis populasi Asia, berbeda dari konteks Barat. Di sektor mata, sejak 2023 Tanoto Foundation mendukung Singapore National Eye Centre (SNEC) dalam riset tiga tahun terapi gen untuk degenerasi makula terkait usia (AMD), kondisi kronis yang memengaruhi 200 juta orang dunia dan akan semakin prevalent seiring populasi lansia yang diperkirakan mencapai satu dari empat warga pada 2030.

Analisis Redaksi

Konsistensi Tanoto Foundation dalam mendanai riset medis bukan sekadar filantropi pasif, melainkan investasi strategis dalam kapabilitas kesehatan regional. Dengan fokus pada penyakit yang memiliki profil biologis unik pada populasi Asia, yayasan ini menutup celah pengetahuan yang lama diabaikan oleh pusat riset Barat. Pendekatan "precision medicine" dan data terbuka dalam riset kanker menunjukkan pemahaman mendalam bahwa solusi kesehatan harus disesuaikan dengan genetika dan lingkungan lokal, bukan sekadar impor protokol internasional.

Perlu diwaspadai bahwa keberhasilan program seperti Diabetes Reversal Programme sangat bergantung pada kepatuhan perilaku jangka panjang partisipan, sebuah tantangan manajerial yang kompleks. Namun, integrasi antara pendanaan riset klinis dan intervensi komunitas seperti CRADLE menciptakan siklus umpan balik yang sehat: data klinis informing kebijakan publik, sementara edukasi masyarakat menurunkan beban rawat inap. Langkah logis selanjutnya adalah skalabilitas temuan ini ke negara-negara Asia lain dengan karakteristik demografi serupa, mengubah Singapore sebagai hub validasi terapi sebelum distribusi regional.

Meow! Tanya Nesi!
😸