Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pramono Hadiri U20 Mayors Summit di New York, Bahas Kerja Sama Transportasi hingga Ketahanan Pangan

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pramono Hadiri U20 Mayors Summit di New York, Bahas Kerja Sama Transportasi hingga Ketahanan Pangan
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berangkat ke New York, Amerika Serikat, Jumat (18/9) untuk memenuhi undangan Wali Kota New York Zohran Mamdani menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 yang berlangsung 19 hingga 21 September mendatang. Undangan resmi bertanggal 27 Juli 2026 itu menempatkan Pramono di meja yang sama dengan pemimpin kota-kota besar dunia tepat bertepatan dengan pembukaan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Agenda tiga hari di New York itu akan menggenangkan isu-isu kritis perkotaan: krisis perumahan, perubahan iklim, mobilitas manusia, dan kesempatan ekonomi. Hasil pertemuan nanti dituangkan dalam dokumen kesepakatan bersama yang disebut U20 Communiqué. Di sela-sela sesi plenrer, Pramono dijadwalkan bertemu bilateral dengan Mamdani pada Minggu (20/9) untuk membahas kerangka kerja sama konkret antara DKI Jakarta dan New York.

Empat pilar kerja sama yang disorot mencakup transportasi publik dan udara bersih, pengelolaan air serta ketahanan pesisir, pengelolaan sampah, dan keterjangkauan harga pangan. Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menilai surat undangan Mamdani jelas mengarah pada "pekerjaan bersama kota-kota besar" yang harus diwujudkan menjadi program bagi warga, bukan sekadar deklarasi ceremonial.

Di luar forum U20, Pramono juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam Heat Roundtable yang diinisiasi C40 Cities, Harvard University's Salata Institute for Climate and Sustainability, serta Atlantic Council's Climate Resilience Center. Sebelum pulang, ia akan menandatangani Letter of Intent dengan New York University (NYU) yang menandai upaya Jakarta mengembangkan industri olahraga dan kepariwisataan.

"Rangkaian kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Jakarta untuk memperkuat perannya dalam kerja sama antarkota di dunia, sekaligus membawa pulang pengetahuan dan kemitraan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup warga Jakarta," tulis Pramono dalam keterangan tertulisnya. Chico menambahkan, Jakarta hadir untuk berkontribusi, belajar, dan memastikan kerja sama tidak berhenti di atas kertas.

Analisis Redaksi

Kunjungan ini menandai geseran diplomasi kota Jakarta dari sekadar hadir menghadapi forum global menuju negosiasi bilateral yang menargetkan output teknis terukur. Empat bidang kerja sama yang disebut — transportasi, air dan pesisir, sampah, pangan — merupakan sakit pinggang Jakarta yang butuh solusi berbasis bukti, bukan sekadar benchmarking umum. Kehadiran NYU di meja penandatanganan LoI juga membuka ruang untuk transfer pengetahuan akademik ke pengelolaan aset kota, area yang selama ini jaraknya jauh dari praktik birokrasi DKI.

Yang perlu diwaspadai: keberhasilan U20 Communiqué seringkali terhenti pada komitmen moral tanpa mekanisme pengawasan pelaksanaan di tingkat daerah. Pramono harus memastikan setiap poin kesepakatan bilateral dengan Mamdani memiliki timeline, penanggung jawab teknis, dan skema pembiayaan yang jelas sebelum dibawa pulang. Heat Roundtable dengan C40 dan institusi Ivy League seharusnya dimanfaatkan untuk mengakses hibah iklim dan bantuan teknis yang sudah lama tersedia tapi belum tersentuh optimal oleh aparat daerah. Tanpa follow-up ketat, perjalanan ini berisiko jadi wisata biaya tinggi dengan hasil hanya foto bersama dan surat niat yang tertumpuk di laci.

Meow! Tanya Nesi!
😸