Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Ingatkan Kejujuran Intelektual dan Kutip Ayat Al-Qur'an Terkait Fitnah di HUT ke-28 PAN

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Prabowo Ingatkan Kejujuran Intelektual dan Kutip Ayat Al-Qur'an Terkait Fitnah di HUT ke-28 PAN
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap narasi sejumlah pakar yang dinilai menghambat langkah pemerintah dengan menyitir pesan religius yang mendalam. Saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Prabowo secara khusus mengutip Surat Al-Baqarah ayat 191 yang menegaskan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Langkah ini diambilnya sebagai respons terhadap berbagai keberatan yang muncul atas sejumlah kebijakan strategis yang tengah ia canangkan.

Ketegasan Prabowo muncul saat ia menyoroti fenomena kaum intelektual yang justru menggunakan kapasitasnya untuk menyerang kebijakan negara tanpa dasar yang valid. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok," ujar Prabowo dengan nada bicara yang berwibawa di hadapan para kader partai tersebut. Ia merasa beberapa individu yang menyandang gelar ahli justru melontarkan tuduhan yang tidak berdasar atau fitnah demi menyudutkan pemerintah.

Pengutipan ayat suci ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah pembelaan terhadap visi besar yang sedang dijalankannya. Menurut Prabowo, ada batas tipis antara kritik konstruktif dan fitnah yang merusak, di mana ia menuding beberapa pihak telah melampaui batas etika tersebut. Ia menekankan bahwa jabatan kepresidenan yang ia emban membawa beban moral yang sangat besar, terutama dalam memenuhi sumpah jabatan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Fokus utama yang ia bela dengan keras adalah misi pemberantasan kelaparan dan perbaikan gizi buruk di tanah air. Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin melihat anak-anak Indonesia tumbuh dengan kondisi fisik dan mental yang lemah akibat kekurangan nutrisi kronis. "Sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah. Tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya," katanya sambil menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia bagi masa depan bangsa.

Sebelum menutup pidatonya, Prabowo memberikan pesan keras mengenai integritas moral bagi para cendekiawan di Indonesia. Ia menuntut adanya kejujuran intelektual dalam setiap penyampaian pendapat ke ruang publik agar tidak menyesatkan masyarakat. "Kalau dia sadar saya maafkan. Tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual," pungkasnya dengan tegas.

Analisis Redaksi

Pilihan diksi Prabowo yang mengutip ayat suci untuk merespons kritik menunjukkan kecenderungan gaya kepemimpinan yang mengedepankan aspek moralitas dan religiusitas dalam membentengi kebijakan eksekutif. Dengan melabeli kritik pakar sebagai 'fitnah', Prabowo mencoba menarik garis tegas antara oposisi teknokratis dengan komitmen moral pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa pemerintah ke depan akan lebih agresif dalam menghadapi opini publik yang dianggap tidak sejalan dengan visi strategis nasional.

Di sisi lain, sindiran keras terhadap para pakar ini mencerminkan adanya ketegangan antara pendekatan praktis pemerintah dan kajian akademis. Publik perlu mewaspadai potensi penyempitan ruang diskusi jika setiap kritik teknis dibalas dengan narasi moralistik yang absolut. Namun, penekanan pada 'kejujuran intelektual' juga merupakan pengingat penting bagi para ahli agar tetap objektif dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis saat memberikan evaluasi terhadap kebijakan negara.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
😸