Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemerintah Sasar 8 Juta Keluarga dalam Intervensi Pencegahan Stunting 2026

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemerintah Sasar 8 Juta Keluarga dalam Intervensi Pencegahan Stunting 2026
BAGIKAN:

Pemerintah memperkuat intervensi pencegahan stunting sejak dini dengan menargetkan 8 juta keluarga di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan penurunan prevalensi stunting yang masih menjadi rumah kerja kesehatan publik nasional.

Target 8 juta keluarga tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita usia 0-23 bulan yang menjadi kelompok sasaran program Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Intervensi dirancang bersifat spesifik dan sensitif gizi, mulai dari suplementasi zat besi, pemberian makanan tambahan, hingga edukasi pola asuh dan sanitasi.

Koordinasi lintas sektor ditata di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Desa, hingga pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota. Pelaksanaan di lapangan dikoordinasikan melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang turun ke tingkat kelurahan dan posyandu.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting nasional pada 2023 berada di angka 21,5 persen, masih jauh dari target RPJMN 2024-2029 yakni 14 persen. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat tinggi di kawasan Asia Tenggara, hanya di bawah Timor-Leste dan Myanmar menurut data Bank Dunia terbaru.

Pendanaan program dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik Kesehatan. Sebagian dana juga dialirkan melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di puskesmas dan Dana Desa untuk mendukung kegiatan posyandu dan kegiatan berbasis komunitas.

Analisis Redaksi

Target 8 juta keluarga bukan sekadar angka administrasi, melainkan cerminan skala tantangan struktural: akses pangan bergizi, pendidikan ibu, sanitasi layak, dan kapasitas tenaga kesehatan di daerah. Kegagalan pencapaian target 14 persen pada 2024 mengajarkan bahwa intervensi bersifat proyek tanpa memperbaiki sistem penyampaian (delivery system) hanya akan membuang anggaran.

Kunci keberhasilan 2026 terletak pada dua hal: integrasi data real-time antara posyandu, puskesmas, dan dinas kesehatan kabupaten untuk memastikan tidak ada sasaran yang tertinggal, serta akuntabilitas kepala daerah yang harus diukur dari capaian indikator stunting, bukan sekadar serapan anggaran. Tanpa tekanan politik dari atas dan monitoring independen dari masyarakat, target 8 juta keluarga berisiko jadi ritual tahunan yang berulang.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
😸