IHSG Tembus 6.500 di Awal Perdagangan, Kunci Bertahan di Atas 6.370
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengoreksi ke arah positif pada pembukaan perdagangan Jumat (18/9), naik 38,61 poin atau 0,60 persen ke level 6.501 meski sempat dibuka melemah. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.06 WIB, indeks tersebut terbentuk di 6.512 dengan rentang gerak harian antara 6.490 hingga 6.521.
Lelebar pasar menunjukkan dominasi penguat meski tipis: 250 saham naik, 202 turun, dan 232 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.385,598 triliun dengan volume perdagangan 2,01 miliar lembar saham, nilai transaksi Rp1,05 triliun, dan frekuensi 139.999 kali.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai kondisi pasar masih mixed dengan peluang penguatan terbuka, namun risiko koreksi terus mengintai. "Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave(c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370," ujarnya dalam riset harian. Ia menegaskan, selama level 6.370 tak tembus ke bawah, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581 dengan proyeksi support 6.279 dan 6.201 serta resistance 6.585 dan 6.633.
Sikap serupa disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova yang memproyeksikan rebound usai koreksi kemarin yang terbatas. "Jika support Fibonacci di 6.370 tetap bertahan, IHSG berpotensi rebound menuju area 6.582-6.639," kata Ivan. Ia memetakan support hari ini di 6.370, 6.290, dan 6.179, sementara resistance diletakkan di 6.639, 6.752, 6.835, hingga 6.916.
Kesepakatan kedua analis pada level kritis 6.370 menandakan batas psikologis dan teknis yang rapuh. Nilai transaksi yang baru menyentuh Rp1,05 triliun di menit-menit awal belum menunjukkan aliran dana besar, menguatkan dugaan pasar masih menunggu sinyal arah yang lebih jelas sebelum memasuki zona 6.600.
Analisis Redaksi
Penembusan level 6.500 sekadar pembuka, bukan konfirmasi tren naik. Volume yang tipis dan lelebar pasar yang hampir seimbang (250 naik vs 202 turun) mengindikasikan kepercayaan diri pelaku pasar masih terbatas. Level 6.370 yang disebut berulang oleh kedua analis bukan sekadar angka Fibonacci, tapi garis pertahanan terakhir struktur gelombang naik jangka menengah; tembus ke bawah berarti skenario bearish Herditya (wave iv) tervalidasi dan mengancam support 6.200-an.
Langkah selanjutnya logis adalah memantau apakah nilai transaksi mampu melebihi rata-rata harian Rp10-12 triliun sebelum siang. Jika likuiditas kering dan IHSG mengendap di atas 6.500 tanpa volume, risiko "bull trap" di resistance 6.585-6.639 menjadi sangat nyata. Pelaku pasar sebaiknya memakai level 6.370 sebagai stop loss mental ketat, bukan area akumulasi.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

NTP Oktober 2026 Melonjak 6,88%, Cabai dan Tomat Jadi Penopang Utama

Pemerintah Duga Praktik 'Mafia' di Balik Skandal Gizi 25 Merek Beras Fortifikasi

Inflasi Oktober Tembus 3,23%, Sentuh Batas Atas Target BI dan Pemerintah
