Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Haji Isam Teken Kesepakatan Beli 30% Saham Bayan dari Keluarga Low

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Haji Isam Teken Kesepakatan Beli 30% Saham Bayan dari Keluarga Low
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kesepakatan ini menandai babak baru yang mengakhiri spekulasi pasar berbulan-bulan soal niat pengambilalihan kontrol penuh oleh pengusaha batubara asal Kalimantan Selatan tersebut.
  • Geger pasar dimulai ketika foto Haji Isam meninjau area tambang di Kutai Kartanegara bersama Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef beredar tengah Agustus 2026.
  • Di tengah gejolak kepemilikan, Bayan justru menghadapi badai operasional.

PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low untuk mengakuisisi 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau sekitar 30 persen total saham beredar, Jumat (16/9/2026).

Kesepakatan ini menandai babak baru yang mengakhiri spekulasi pasar berbulan-bulan soal niat pengambilalihan kontrol penuh oleh pengusaha batubara asal Kalimantan Selatan tersebut. Berbeda dengan rumor awal yang mencuat pertengahan Agustus lalu soal target 62 persen saham, komitmen tertulis ini terbatas pada separuh porsi tersebut dan tetap bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan yang disepakati kedua belah pihak.

Geger pasar dimulai ketika foto Haji Isam meninjau area tambang di Kutai Kartanegara bersama Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef beredar tengah Agustus 2026. Isu itu mendorong saham BYAN melonjak ke level tertutup Rp17.125 per saham pada 18 Agustus, sebelum manajemen Bayan mengeluarkan klarifikasi penolakan adanya rencana transaksi yang lalu mendorong harga saham merosot kembali.

Isu akuisisi kembali memanas di September usai Bloomberg melaporkan entitas Haji Isam menawarkan US$3 miliar, atau sekitar Rp52,53 triliun (kurs Rp17.510 per dolar), untuk 62 persen saham yang dimiliki keluarga Low. Data kepemilikan akhir Agustus mencatat Low Tuck Kwong menguasai 40,25 persen dan Elaine Low sekitar 22 persen, namun tawaran yang dilaporkan media asing itu dinilai hanya sebagian kecil dari nilai pasar saham saat itu.

Di tengah gejolak kepemilikan, Bayan justru menghadapi badai operasional. Tiga anak usaha โ€” PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima โ€” memaksa force majeure atas kewajiban pasokan batu bara akibat belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB 2026. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara ESDM Tri Winarno mengaku evaluasi dokumen masih berlangsung dan menargetkan penyelesaian pekan ini. "Secara spesifik saya belum lihat, tapi sedang proses lah. Mudah-mudahan minggu ini kelar," ujarnya.

Kesepakatan 16 September ini secara hukum hanyalah langkah awal. Alih kepemilikan saham 30 persen itu baru akan terealisasi setelah seluruh syarat dan kondisi pendahuluan terpenuhi, termasuk kemungkinan persetujuan regulator dan penyelesaian masalah RKAB yang mengancam aliran kas perseroan target.

Analisis Redaksi

Langkah Haji Isam melalui Jhonlin Baratama mencerminkan strategi "foot in the door" yang terhitung: mengamankan blok signifikan 30 persen tanpa harus melewati prosedur tender offer wajib yang terpicu saat mengakuisisi di atas 50 persen. Pilihannya menargetkan saham keluarga Low โ€” bukan pembelian di pasar terbuka โ€” menandakan niat jangka panjang untuk masuk ke papan direksi, namun porsi 30 persen ini masih menempatkannya sebagai pengendali minoritas asalkan Low Tuck Kwong mempertahankan sisa sahamnya.

Kuncinya kini ada di meja Tri Winarno di Kementerian ESDM. Penyelesaian RKAB 2026 bukan sekadar administrasi; force majeure tiga anak usaha berarti Bayan tidak menghasilkan pendapatan dari kontrak pasokan yang sudah ada. Jika evaluasi RKAB tertunda lama, nilai Bayan erosi dan Haji Isam memperoleh leverage negosiasi lebih kuat untuk menyelesaikan kondisi pendahuluan โ€” atau bahkan menawarkan harga lebih rendah untuk sisa 32 persen keluarga Low. Pasar harus waspada: penandatanganan CSPA bukan akhir cerita, melainkan awal negoisasi keras di tengah ketidakpastian regulasi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ