Trump Ancam Tarif Tinggi ke UE Jika Terima Kanada Jadi Anggota Asosiasi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif yang sangat tinggi terhadap Uni Eropa jika blok tersebut menerima Kanada sebagai anggota asosiasi, sebuah respons keras yang ia sampaikan di Charlotte, North Carolina, Rabu (16/9).
"Jika niatnya baik, tidak apa-apa. Jika niatnya buruk, kami akan mengenakan tarif yang sangat tinggi," tegas Trump di hadapan pendukungnya, seperti dikutip Al Jazeera. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan menghentikan perdagangan dengan Eropa "dalam banyak hal" jika langkah itu dianggap merugikan kepentingan Washington.
Sikap keterbukaan itu tiba-tiba berubah nada saat Trump menilai wacana keanggotaan Kanada itu sendiri. Menurutnya, ide Ottawa bergabung dengan blok Eropa tergolong "konyol", sambil melontarkan label "mitra dagang yang buruk" untuk tetangga utara AS tersebut.
Komentar Trump muncul tak lama setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan menjadikan Kanada sebagai "anggota asosiasi" pertama UE. Usulan itu melonjak saat Perdana Menteri Kanada Mark Carney berupaya mempererat tali dengan benua biru seiring renggangnya hubungan dengan Washington awal pekan ini.
Namun, jalur hukum menuju status tersebut masih terhampar rintangan teknis berat. Status anggota asosiasi tidak tertulis dalam perjanjian UE; setiap usulan harus melewati ambang suara bulat 27 negara anggota dan proses ratifikasi nasional di masing-masing parlermen.
Carney sendiri telah menenangkan spekulasi dengan menyatakan bahwa Ottawa mencari "aliansi unik" dengan Eropa, bukan keanggotaan penuh. Pernyataan itu menandakan Kanada berjalan di kancingan, ingin memanfaatkan momentum geopolitik tanpa memprovokasi further retalia dari rumah putih.
Analisis Redaksi
Ancaman Trump mengungkapkan logika transaksional yang mengutamakan keuntungan dagang bilateral di atas arsitektur keamanan kolektif Barat. Dengan menyinggung "niat buruk", Ia mengikatkan kebijakan tarif โ instrumen ekonomi โ ke keputusan politik suveran UE, menciptakan presiden berbahaya di mana blok Eropa dipaksa memilih antara otonomi strategis dan akses pasar AS.
Langkah selanjutnya akan menguji kekuatan institusional UE: apakah 27 negara anggota sanggup menyatukan suara di tengah tekanan Washington. Bagi Kanada, tantangannya adalah mengubah retorika "aliansi unik" menjadi kerangka kerja konkret yang memberikan keamanan ekonomi tanpa memerlukan ratifikasi penuh yang memakan waktu bertahun-tahun. Donald Trump dan Uni Eropa kini berhadapan pada uji ketahanan hubungan transatlantik yang sudah rapuh.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing
