Kopaska Turun Menyelam, Badan KM Virgo 8 Masih Kedap dan Tertutup Rapih
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Kondisi cuaca yang mendukung memungkinkan operasi underwater berlangsung lancar, dengan visibilitas air terlihat bening sehingga seluruh bodi kapal โ dari buritan hingga haluan โ termonitor jelas.
- Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengonfirmasikan penemuan krusial: badan kapal masih dalam kondisi kedap dan tertutup rapih.
- "Saya bilang kedap, jadi tidak ada yang bisa masuk, masih tertutup," ujar Yudhi di konferensi pers.
Tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL berhasil turun memeriksa kondisi KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kamis (17/9), setelah arus laut mereda drastis dari 6,8 knot menjadi 1,8 hingga 2 knot. Kondisi cuaca yang mendukung memungkinkan operasi underwater berlangsung lancar, dengan visibilitas air terlihat bening sehingga seluruh bodi kapal โ dari buritan hingga haluan โ termonitor jelas.
Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengonfirmasikan penemuan krusial: badan kapal masih dalam kondisi kedap dan tertutup rapih. "Saya bilang kedap, jadi tidak ada yang bisa masuk, masih tertutup," ujar Yudhi di konferensi pers. Ia menambahkan, barang-barang yang sempat ditemukan sebelumnya kemungkinan besar berasal dari area haluan atau bagian luar kapal, bukan dari ruangan dalam yang masih tersegel.
Sebagai langkah mitigasi, tim telah memasang bui rambu di sekitar lokasi tenggelamnya guna memperingati kapal-kapal melintas agar tidak mengganggu operasi selanjutnya serta menjaga keselamatan lalu lintas laut. Pemasangan tali tambat pun dilakukan untuk mengamankan jalur penyelam ke permukaan.
Kapal ro-ro milik PT ASDP Indonesia Ferry itu dilaporkan hilang kontak sejak Minggu (13/9) pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Di atas kapalnya terbang 243 jiwa โ penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga Senin (14/9), Basarnas baru berhasil menemukan 114 orang, sementara 129 orang lain masih dalam status dicari.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya telah menggarisbawahi rencana kontingensi: jika pencarian underwater terhalang cuaca, pihaknya akan melakukan salvage dengan membalikkan badan kapal untuk memudahkan evakuasi korban di dalam ruangan. "Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi," tegas Syafii pada Rabu lalu.
Analisis Redaksi
Kondisi badan kapal yang masih kedap menimbulkan dua skenario kontradiktif. Di satu sisi, integritas struktur memungkinkan ruang-ruang dalam tetap terisi udara โ celah kelangsungan hidup bagi korban yang terperangkap di dalam. Di sisi lain, posisi terbalik dan kedapnya akses membuat evakuasi tanpa membongkar atau membalikkan kapal hampir mustahil. Keputusan Syafii untuk mempertimbangkan salvage sebagai rencana B bukan lagi soal opsi teknis, tapi keharusan moral bagi 129 jiwa yang nasibnya belum terungkap.
Faktor waktu kini jadi musuh utama. Setiap hari penundaan berarti penurunan peluang survival rate di ruangan tertutup yang oksigennya semakin tipis. Basarnas harus memastikan rencana salvage โ yang mana membutuhkan peralatan berat dan perhitungan stabilitas kompleks โ tidak justru merusak struktur yang masih utuh itu. Koordinasi dengan PT ASDP sebagai pemilik kapal dan KNKT untuk jalur investigasi pasca-SAR harus dijaga ketat agar bukti-bukti teknis tidak hilang saat kapal ditarik ke pelabuhan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Bayern Munchen Tekuk Atletico Madrid 2-0, Kunci Posisi Papan Atas Liga Champions

RSPO Bentengi Akuntabilitas Industri Sawit, Data Satelit Ungkap Angka Karhutla di Konsesi Sertifikat Turun Drastis
