Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Banjir Rendam 7 Kecamatan Aceh Barat Daya, Ratusan Rumah Terdampak hingga Satu Meter

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Banjir Rendam 7 Kecamatan Aceh Barat Daya, Ratusan Rumah Terdampak hingga Satu Meter
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kecamatan yang terdampak meliputi Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blang Pidie, Manggeng, dan Susoh.
  • Kepala BPBA Bahron Bakti, Kamis (17/9), mengonfirmasi angka kerusakan yang terus bertambah.
  • "Di Desa Alue Manggota perkiraan banjir kurang lebih 100 rumah (terdampak) dengan ketinggian 1 meter, lalu (Desa) Cot Mane jumlah rumah terdampak longsor 1 unit," ujarnya.

Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya sejak Rabu (16/9) sore telah memicu banjir di tujuh kecamatan sekaligus, merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air hingga satu meter dan melumpuhkan arus lalu lintas di ruas jalan nasional.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kecamatan yang terdampak meliputi Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blang Pidie, Manggeng, dan Susoh. Dampak paling parah tercatat di Kecamatan Blang Pidie, di mana Desa Alue Manggota mencatat sekitar 100 rumah tenggelam dalam air setinggi satu meter, sementara Desa Lhung Tarok melihat 41 rumah tergenangi air hingga lutut.

Kepala BPBA Bahron Bakti, Kamis (17/9), mengonfirmasi angka kerusakan yang terus bertambah. "Di Desa Alue Manggota perkiraan banjir kurang lebih 100 rumah (terdampak) dengan ketinggian 1 meter, lalu (Desa) Cot Mane jumlah rumah terdampak longsor 1 unit," ujarnya. Di Desa Kuta Bahagia, sekitar 40 rumah juga terendam dengan ketinggian air lutut hingga pinggang orang dewasa.

Di Kecamatan Kuala Batee, luapan Sungai Alue Diwi menenggelamkan Desa Alue Padee dengan ketinggian air lebih dari satu meter, menggenangi sekitar 10 rumah. Lima rumah lain di Desa Kampung Tengah ikut terdampak. Banjir pun menghantam infrastruktur transportasi: ruas jalan nasional di Blang Pidie macet total akibat tergenangi air.

Tim BPBA hingga kini masih menyelesaikan pengumpulan data korban dan kerusakan fasilitas umum. "Banjir masih menggenangi pemukiman warga, pemantauan masih dilakukan, sementara untuk longsor masih menunggu alat berat untuk dilakukan pembersihan," tambah Bahron, menegaskan bahwa evakuasi dan penanganan darurat terus berlanjut di tengah cuaca yang belum mendukung.

Analisis Redaksi

Kebanjiran serentak di tujuh kecamatan ini mengungkap kerentanan sistem drainase dan pengelolaan aliran sungai di wilayah hilir Aceh Barat Daya. Luapan Sungai Alue Diwi yang menerjang Kuala Batee menunjukkan bahwa kapasitas aliran sungai sudah tidak mampu menampung debit hujan ekstrem, diperparah oleh sedimentasi dan mungkin konversi lahan di hulu. Satu unit rumah longsor di Cot Mane menjadi indikator awal gerakan tanah yang berpotensi memperluas zona bahaya jika curah hujan terus tinggi.

Ketergantungan pembersihan longsor pada alat berat yang belum tiba mengisyaratkan keterbatasan logistik darurat di tingkat kabupaten. Jika hujan berlanjut โ€” sebagaimana prakiraan BMKG untuk Sumatera bagian barat โ€” risiko isolasi desa-desa pedalaman seperti Tangan-Tangan dan Manggeng menjadi nyata. Pemerintah daerah perlu mengaktifkan posko terpadu lintas instansi, bukan hanya mengandalkan BPBA, untuk memastikan bantuan logistik, pompa air, dan evakuasi berjalan sebelum musibah skala lebih besar terjadi.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ