Thailand Satu-satunya Wakil ASEAN Menang di Laga Perdana Asian Games 2026

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Thailand Satu-satunya Wakil ASEAN Menang di Laga Perdana Asian Games 2026
BAGIKAN:

Timnas Thailand U-23 muncul sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil mengamankan tiga poin penuh pada matchday pertama babak grup Asian Games 2026, usai menumbangkan Kirgistan 3-2 di Stadion Toyota, Rabu (16/9).

Laga berlangsung dramatis. Kirgistan mengejutkan tuan rumah dengan dua gol cepat — Kuduret Iskandarbekov membuka keunggulan di menit ke-23, sebelum Aitenir Balbakov menggandakan menjadi 2-0 awal babak kedua, menit ke-47. Thailand terlihat kesulitan menembus pertahanan lawan hingga Jehhanafee Mamah mencetak gol penyeimbang melalui sundulan di menit ke-56.

Paripan Wongsa, winger pengganti yang masuk di babak kedua, lalu menjadi pahlawan tak terduga. Dia menyamakan skor 2-2 di menit ke-69 dengan tembakan kaki kiri melengkung dari sektor kanan ke pojok kanan atas gawang, tak terjangkau kiper Kurmanbek Nurlanbekov. Empat menit kemudian, Wongsa mencetak gol kemenangan 3-2 dengan pola serupa — tembakan kaki kiri dari posisi mirip yang kembali membelah jaring Kirgistan.

Kemenangan itu menempatkan Thailand di posisi unik di antara tiga wakil ASEAN. Filipina terlebih dahulu melakoni laga pembukaan di Grup C dan dihancurkan Uzbekistan 1-5 di Stadion Asset Minato, Selasa (15/9). Vietnam yang berlaga di hari dan stadion yang sama hanya berhasil meraih satu poin usai bermain imbang 1-1 melawan Kuwait.

Hasil ini memberi gambaran awal kesenjangan kualitas antara Thailand dan dua tetangganya di panggung multikabupaten ini. Thailand menunjukkan karakter comeback dan kedalaman skuad — Wongsa muncul dari bangku cadangan memutuskan laga — sedangkan Filipina hancur total di lini belakang dan Vietnam kesulitan memanfaatkan peluang emas melawan lawan yang diperkirakan setara.

Analisis Redaksi

Kemenangan Thailand bukan sekadar tiga poin. Ia menegaskan bahwa sistem pembinaan usia muda Gajah Perang — yang sudah bertahun-tahun dikembangkan melalui liga domestik dan turnamen internasional berkelanjutan — mulai membuahkan hasil konsisten di level Asia. Wongsa, pemain yang baru mendapat porsi menit di babak kedua, punya kepercayaan diri untuk menembak dua kali dari posisi hampir sama dan keduanya masuk. Itu cermin mentalitas juara yang dibangun dari bawah.

Sisi lain, kekalahan telak Filipina dan hasil imbang Vietnam menimbulkan tanda tanya serius soal kesiapan dua negara tersebut. Filipina yang mengandalkan sejumlah pemain keturunan tanpa preparasi tim yang matang terbongkar total di hadapan Uzbekistan. Vietnam, meskipun lebih terstruktur, kekurutan daya ledak di babak depan untuk mengubah imbang menjadi menang. Jika tren ini berlanjut, Thailand berpeluang besar melaju ke fase knockout sebagai satu-satunya wakil ASEAN — dan tekanan akan meningkat drastis bagi pelatih dan manajemen Filipina serta Vietnam untuk mengevaluasi strategi jangka panjang mereka.

Meow! Tanya Nesi!
😸