Dua Gol Injury Time Antarkan Dewa United ke Puncak Klasemen Usai Tundukkan Borneo FC

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Dua Gol Injury Time Antarkan Dewa United ke Puncak Klasemen Usai Tundukkan Borneo FC
BAGIKAN:

Dewa United memetik kemenangan dramatis 3-1 atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (16/9), berkat dua gol Denilson Pereira dalam injury time yang mengubah alur pertandingan lanjutan Super League 2026/2027.

Tuan rumah mendominasi ball possession sejak sepak mula, namun ketajaman sayap Juan Villa dan Rodrigro Varanda terhenti di front pertahanan rapat yang disusun Osmar Loss. Gol pembuka tiba pada menit ke-14 lewat serangan balik kilat: tendangan Denilson dari jarak dekat ditepis Kadu, namun Johnathan Carlos sigap menyambut rebound. Wasit Eko Saputra sempat meninjau VAR atas dugaan offside, tapi keputusan akhirnya mengesahkan keunggulan tamu 1-0 hingga istirahat.

Borneo FC kembali dari ganti sisi dengan wajah berbeda. Ikhsan Nul Zikrak menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-49 lewat ledakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang tak daya dijangkau Sonny Stevens. Pertandingan jadi terbuka, kedua pelatih melakukan rotasi untuk menyegarkan lini tengah. Ketegangan memuncak saat wasit mengarahkan titik putih usai pelanggaran pada Taisei Marukawa di menit ke-90+1. Denilson, dengan sangfroid penuh, memperdaya Kadu ke kanan dan meledakkan gawang ke kiri.

Keputuslaan Borneo terpecah total lima menit kemudian. Kesalahpahaman antara bek tengah dan kiper Kadu di menit ke-90+6 dimanfaatkan Denlison untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengunci skor 3-1. Kemenangan ini mengantarkan Dewa United memuncaki klasemen sementara dengan raihan tujuh poin dari tiga laga, catatan sempurna bagi tim Banten di awal musim.

Bagi Mauro Jeronimo dan pasukan Pesut Etam, kekalahan ini terasa pahit. Dominasi 90 menit tidak berbuah karena ketidakstabilan emosional dan konsentrasi di menit-menit krusial. Tiga poin yang seharusnya bisa didapat di kandang justru melayang, membiarkan Dewa United pulang ke Banten dengan tas penuh dan momentum psikologis yang berat bagi lawan berikutnya.

Analisis Redaksi

Kemenangan ini membuktikan kematangan mental Dewa United di bawah Osmar Loss. Kemampuan tim untuk menahan tekanan, menunggu kesempatan, lalu mematikan lawan di injury time adalah ciri tim juara. Denilson Pereira muncul sebagai tokoh kunci bukan hanya sebagai pencetak gol, tapi juga pemicu serangan balik gol pertama. Kestabilan lini belakang yang dipimpin Johnathan Carlos dan Myeong Seok Seo menjadi fondasi strategi "menang tanpa bola" yang efektif di Segiri.

Sisi lain, Borneo FC harus segera mengevaluasi ketahanan mental di menit akhir. Kehilangan tiga poin akibat dua kesalahan individual—penalti yang bisa dihindari dan komunikasi bek-kiper yang pecah—adalah pelajaran mahal. Jika Mauro Jeronimo tidak memperbaiki kecenderungan tim kehilangan fokus saat kelelahan menyerang, Pesut Etam akan kesulitan bersaing di zona atas. Dewa United sekarang punya momentum, tapi uji nyata konsistensi mereka baru akan terlihat saat menghadapi lawan dengan gaya bermain serupa di pekan depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸