Rumania: Ribuan Peternak Turun ke Jalan, Bentrok dengan Polisi Karena Larangan Ekspor Ternak UE

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Rumania: Ribuan Peternak Turun ke Jalan, Bentrok dengan Polisi Karena Larangan Ekspor Ternak UE
BAGIKAN:

Ribuan peternak Rumania menyerbu jalan-jalan Bukares pada Selasa (15/9/2026) dan bentrok dengan polisi setelah Uni Eropa menyatakan larangan ekspor ternak dari negara ini akibat wabah penyakit cacar kambing dan cacar domba, membuka kericuhan yang berakhir dengan penggunaan gas air mata dan semprotan merica.

Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa yang berjumlah ribuan, sebagian besar terdiri dari penggembala dan peternak yang marah karena kebijakan baru Uni Eropa. Inquam Photos/George Calin via REUTERS mencatat kericuhan yang terjadi di pusat kota, di mana beberapa demonstrasi terpaksa berbaring di tanah akibat serangan aparat.

Tidak hanya gas air mata, sejumlah peternak ditahan dalam kericuhan tersebut, meskipun jumlah pasti belum dikonfirmasi secara resmi. Mereka menuntut kebijakan ekspor yang dipandang menyengsarakan sektor peternakan, yang selama ini bergantung pada pasar ekspor sebagai sumber devisa utama.

Larangan ekspor ini diberlakukan UE setelah wabah cacar kambing dan cacar domba terdeteksi di beberapa wilayah Rumania, termasuk Jurisdiksi Transilvania dan Muntenia, yang menjadi pusat produksi ternak terbesar di negara itu. Peternak lokal menilai kebijakan ini akan merusak mata pencaharian mereka, karena ekspor ternak dan produk olahannya menopang 45 persen pendapatan sektor peternakan.

Dampak langsung dari larangan ini terasa pada peternak yang kini harus mengganti jalur penjualan ke pasar domestik yang lebih kecil. Harga ternak turun drastis hingga 30 persen sejak bulan lalu, menurut Asosiasi Peternak Rumania, sementara pengusaha daging mulai memotong produksi untuk menghindari kerugian lebih besar.

Krisis ini menyentuh lebih dari sekadar ekonomi lokal—riba peternakan yang terancam juga berpotensi mengganggu rantai pasokan daging di UE, di mana Rumania jadi salah satu penyuplai utama.

Analisis Redaksi

Kebijakan UE ini tampaknya tidak mempertimbangkan dampak sosial yang akan ditimbulkan. Larangan ekspor tidak hanya mengancam sektor peternakan, tetapi juga menyulut ketidakpuasan massal di kalangan petani yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Rumania. Risiko demonstrasi lebih lanjut tinggi jika UE tidak segera memberikan solusi alternatif, seperti penyaringan ulang ternak atau peningkatan biaya pengawasan yang lebih transparan.

Logisnya, UE harus mengimbangi kebijakan kesehatan dengan kebijakan sosial. Jika Rumania terpaksa membuang ternak karena tidak bisa diekspor, kerugian ekonomi akan dialihkan ke negara, bukan hanya peternak. Pertanyaan yang muncul: Apakah UE sudah mempersiapkan kompensasi atau program penyelamatan bagi peternak? Jika tidak, konflik ini bisa berlanjut dengan bentuk yang lebih radikal.

Dampak jangka panjang tidak hanya ekonomi, tetapi juga keamanan sosial. Jika peternak kehabisan uang, migrasi internal atau protes lebih luas menjadi kemungkinan. UE harus segera merespons dengan solusi yang lebih inklusif, bukan hanya aturan kesehatan yang kaku.

Meow! Tanya Nesi!
😸