Maarten Paes Sebut Kegilaan Fans Bola Indonesia Setara Argentina dan Brasil

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Maarten Paes Sebut Kegilaan Fans Bola Indonesia Setara Argentina dan Brasil
BAGIKAN:

Maarten Paes menilai fanatisme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola setara Argentina dan Brasil. Kiper Timnas Indonesia itu mengungkapkan hal tersebut dalam siniar Business of Sport di Youtube yang diunggah pada Selasa (15/9). Menurut pemain Ajax Amsterdam itu, kegilaan sepak bola Indonesia hanya kurang mendapatkan sorotan saja.

"Suasana sepak bolanya benar-benar luar biasa, namun sering kali kurang mendapat sorotan dunia," ujar Paes. Ia lalu menegaskan antusiasme itu sungguh gila. "Menurut saya antusiasmenya sungguh gila; bisa dibilang setara dengan Argentina atau Brasil dalam hal kegilaan akan sepak bola," katanya melanjutkan.

Paes lalu bercerita terkait pengalamannya selama membela Timnas Indonesia. Saat berada di Indonesia, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi bisa pergi keluar tanpa dikenali orang lain. "Memang saya tidak bisa lagi jalan-jalan di tempat umum tanpa dikenali orang, tetapi saya sangat bersyukur akan hal itu," ucapnya.

Paes pun menegaskan Timnas Indonesia layak untuk bisa tampil di Piala Dunia demi bisa memperlihatkan betapa besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola. "Menurut saya, negara ini layak tampil di Piala Dunia agar seluruh dunia bisa melihat betapa besarnya kecintaan masyarakatnya terhadap sepak bola," kata Paes.

"Sekaligus betapa indahnya negara ini, dan betapa hangat, ramah, dan setianya orang-orang di Indonesia. Itu sungguh luar biasa."

Analisis Redaksi

Pernyataan Paes bukan sekadar pujian seorang pemain asing yang sedang berbasa-basi. Ia menyoroti satu hal yang jarang diangkat dalam pemberitaan sepak bola global: besarnya basis penggemar Indonesia yang tidak selalu tercermin dalam peta kekuatan sepak bola dunia. Fakta bahwa ia merasa tidak bisa lagi jalan-jalan tanpa dikenali menunjukkan bagaimana popularitas Timnas Indonesia telah menembus ruang publik, bukan hanya stadion.

Yang perlu diwaspadai, fanatisme setara Argentina dan Brasil juga punya sisi lain. Energi besar itu bisa menjadi tekanan luar biasa bagi pemain, pelatih, dan pengurus. Jika tidak dikelola, ekspektasi bisa berubah menjadi tuntutan yang tidak realistis. Paes sendiri menyebut rasa syukur, bukan keluhan, tetapi pengalaman pemain lain bisa berbeda.

Secara logis, pernyataan ini memperkuat argumen bahwa Timnas Indonesia butuh ekosistem kompetisi yang sehat, pembinaan berkelanjutan, dan manajemen suporter yang matang. Semua itu menjadi prasyarat jika ambisi tampil di Piala Dunia ingin benar-benar diwujudkan, bukan hanya menjadi retorika musiman.

Meow! Tanya Nesi!
😸