LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Targetkan 80 Ribu Penumpang Per Hari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memproyeksikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai mampu melayani mobilitas hingga 80.000 penumpang setiap harinya. Proyeksi tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda peresmian infrastruktur transportasi massal yang dipusatkan di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 September.
Pramono memaparkan sejumlah spesifikasi teknis dan finansial dari koridor baru ini di hadapan kepala negara. Pembangunan lintasan sepanjang 12,2 kilometer tersebut menelan nilai investasi sebesar Rp12,1 triliun. Setiap rangkaian kereta atau trainset yang dioperasikan pada jalur ini dirancang memiliki kapasitas angkut sebanyak 270 penumpang dalam sekali perjalanan.
Penambahan rute baru ini memperkuat jaringan konektivitas moda raya terpadu di ibu kota yang kini dilaporkan telah mencapai cakupan 93 persen. Integrasi antarmoda menjadi kunci penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas harian sekaligus mempermudah pergerakan warga dari kawasan pinggiran menuju pusat kota maupun sebaliknya.
Dinas perhubungan mencatatkan tren positif terkait minat warga terhadap moda transportasi massal dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim jumlah pengguna angkutan umum mengalami pertumbuhan konsisten sebesar 15 persen setiap tahunnya dalam dua tahun terakhir, yang berdampak langsung pada kemudahan aksesibilitas warga.
Koridor anyar ini membentang sepanjang 11 stasiun penghubung dengan estimasi waktu tempuh perjalanan selama 28 menit dari titik awal hingga akhir. Sebanyak 11 stasiun yang melayani rute tersebut meliputi Stasiun Kelapa Gading, Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome, serta diteruskan menuju Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, Stasiun Proklamasi, dan berakhir di Stasiun Manggarai.
Analisis Redaksi
Kehadiran rute baru LRT Kelapa Gading-Manggarai menandai babak penting dalam upaya struktural mengatasi kemacetan Jakarta melalui penyediaan infrastruktur rel yang memadai. Dengan kapasitas harian mencapai 80.000 penumpang, tantangan terbesar bagi Pemprov DKI Jakarta bukan hanya pada aspek konstruksi dan investasi Rp12,1 triliun, melainkan pada konsistensi integrasi tarif dan jadwal antar-moda yang melintasi 11 stasiun tersebut.
Pertumbuhan pengguna transportasi publik sebesar 15 persen per tahun menunjukkan adanya pergeseran budaya mobilitas warga yang patut diapresiasi secara realistis. Namun, efektivitas waktu tempuh 28 menit untuk lintasan 12,2 kilometer harus diuji ketepatan operasionalnya di lapangan pada jam-jam sibuk, mengingat Manggarai merupakan simpul krusial bagi berbagai moda transportasi massal lainnya seperti KRL Commuter Line.
Langkah logis selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah kesiapan kantong parkir dan fasilitas pejalan kaki di setiap stasiun pemberhentian untuk memastikan kenyamanan lapis terakhir atau last mile connectivity. Jika manajemen layanan ini dikelola secara disiplin, target okupansi penumpang harian bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan solusi nyata atas beban kemacetan ibu kota.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

Pemerintah Yakin TKDN Mobil Listrik Capai 60 Persen Tahun Depan, Sarmuji Soroti Dampak Kurs

Pemerintah Dorong Regenerasi Petani Milenial dengan Insentif Gratis dan Akses Pendidikan Vokasi

Pemerintah Dorong Dunia Usaha Sediakan Fasilitas Penitipan Anak demi Produktivitas Kerja
