Area Pencarian 129 Korban KM Virgo 8 Diperluas, Tim SAR Sisir 6.120 NM²
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim SAR Gabungan kembali memperluas area pencarian 129 korban insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Rabu (16/9). Operasi hari keempat ini menempatkan sejumlah aset strategis dari Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyatakan penyisiran di laut kini mencakup 6.120 NM² yang terbagi dalam enam sektor, masing-masing sekitar 1.020 NM².
"Di laut, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran hingga 6.120 NM² yang terbagi dalam enam sektor, masing-masing dengan luas sekitar 1.020 NM²," kata Putu kepada wartawan, Rabu. Ia menambahkan kapal-kapal SAR dan unsur TNI AL ditempatkan pada sektor yang telah ditentukan untuk memastikan area pencarian dapat disisir secara sistematis.
Untuk pencarian di laut, tim mengerahkan KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, dan RBB Palangkaraya. Pencarian udara didukung HR 3601 Basarnas, Helikopter Dauphin AS365N3+, PK-SNK Caravan BNPB, CN-235 TNI AL, serta Helikopter Panther HS 1310 TNI AL.
Pencarian melalui udara dilakukan secara terencana berdasarkan pembagian sektor. Pesawat Cessna PK-SNK BNPB diarahkan menyisir Sektor R dengan luas 1.491 NM². HR 3601 Basarnas dan P-3013 Polri disiagakan untuk mendukung operasi, termasuk kebutuhan evakuasi udara.
Putu menyebut pengerahan berbagai aset tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal Tim SAR Gabungan dalam menemukan korban kapal Virgo. "Setiap unsur bergerak berdasarkan sektor pencarian dan rencana operasi yang telah ditetapkan, dengan koordinasi terus dilakukan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia," tutur dia.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, hingga kru.
Hingga Senin (14/9), dari 243 orang yang ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah berhasil ditemukan dan 129 lainnya masih dalam pencarian. Perluasan area pada hari keempat menjadi penanda bahwa operasi belum selesai dan waktu terus berjalan bagi keluarga korban yang menunggu kabar.
Analisis Redaksi
Perluasan area ke 6.120 NM² dan pembagian enam sektor menunjukkan operasi SAR bergerak dari pencarian titik ke penyisiran sistematis. Artinya, informasi awal tentang posisi korban belum cukup untuk mempersempit ruang pencarian, sehingga tim membagi beban laut dan udara. Langkah ini logis agar tidak ada area yang terlewat.
Yang perlu diwaspadai, koordinasi banyak aset di laut dan udara menuntut komunikasi ketat. Dengan 114 orang sudah ditemukan dan 129 belum, prioritas tetap pencarian dan evakuasi. Perluasan area tidak boleh mengendurkan fokus pada 129 korban yang belum ditemukan.
Secara logis, keberhasilan operasi akan diukur dari jumlah korban yang ditemukan. Jika kondisi mendukung, penyisiran enam sektor dapat dilanjutkan dan dievaluasi harian. Publik berhak mendapat informasi berkala, terutama keluarga korban yang menunggu kepastian.


