Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu ke-3 Era Prabowo, Diharapkan Jaga Stabilitas Fiskal
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan ketiga dalam Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026) di Istana Presiden, Jakarta.
- Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan ditugaskan memastikan kesinambungan kebijakan fiskal hingga akhir masa jabatan 2029.
- Penunjukan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha dan analis.
Prof. Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan ketiga dalam Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026) di Istana Presiden, Jakarta. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan ditugaskan memastikan kesinambungan kebijakan fiskal hingga akhir masa jabatan 2029.
Penunjukan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha dan analis. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin menilai langkah ini tepat mengingat ketidakpastian ekonomi global. "Jam terbangnya yang lama di Kemenkeu membuatnya cepat tanggap dalam mengambil kebijakan fiskal dan makro yang ditunggu dunia usaha," ujar Saleh. Ia yakin Suahasil mampu menggerakkan sektor industri dan perdagangan untuk mengejar target pertumbuhan 8%.
Kredibilitas Aturan Fiskal 3% Dijaga
Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menilai pengalaman panjang Suahasil meminimalkan risiko transisi dan menjaga kesinambungan kelembagaan. "Kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan sembari mempertahankan aturan fiskal 3% sebagai jangkar kredibilitas utama," kata Irman. Pandangan serupa disampaikan ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana yang berharap rekam jejak kredibel Suahasil memicu sentimen positif di pasar finansial.
Transisi Mulai APBN 2026 ke 2027
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyoroti keuntungan masa transisi yang singkat. Suahasil menguasai seluruh rantai APBN—dari penerimaan, belanja, pembiayaan, hingga koordinasi fiskal lintas lembaga—saat pemerintah menjalankan APBN 2026 sekaligus menyusun APBN 2027.
Usai pelantikan, Suahasil menegaskan fokus utamanya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. APBN harus tetap sehat untuk mendukung program prioritas Presiden, sekaligus memberikan ruang fiskal yang cukup untuk target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
