Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Tekankan Estafet Keberlanjutan
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Presiden Prabowo resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam prosesi serah terima jabatan yang berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9). Perubahan nakhoda otoritas fiskal ini merupakan tindak lanjut dari agenda reshuffle kabinet yang diumumkan pada Senin (14/9) guna menyegarkan jajaran pemerintahan.
Dalam sambutannya yang berlangsung sangat singkat, Purbaya Yudhi Sadewa tercatat hanya mengucapkan sekitar 51 kata sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Purbaya menekankan bahwa jika pada awal masa jabatannya ia perlu berbicara panjang lebar untuk membangun optimisme pasar, maka saat ini fokus utama adalah memastikan transisi berjalan mulus kepada Suahasil untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
"Bagi saya hari ini adalah momentum. Kalau waktu itu saya datang boleh ngomong panjang karena untuk menciptakan optimisme, kalau sekarang saya akan serahkan ke Bapak Suahasil ke depannya. Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini," ungkap Purbaya dalam pidato perpisahannya yang lugas.
Keputusan strategis ini menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya yang berlangsung selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Penunjukan Menteri Keuangan yang baru ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar, mengingat Suahasil akan memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas fiskal dan memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi makro di tengah ketidakpastian global.
Pertanyaan Terkait
Siapa yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan?
Suahasil Nazara secara resmi ditunjuk oleh Presiden Prabowo untuk mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Mengapa terjadi pergantian posisi Menteri Keuangan?
Pergantian ini merupakan bagian dari kebijakan reshuffle kabinet yang dilaksanakan oleh Presiden Prabowo pada Senin (14/9).
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Inflasi Melandai tapi Tekanan Biaya Manufaktur Mengintai

Kebijakan BEI: 81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, Bobot 10 Emiten Besar Melonjak
