Prabowo Copot Purbaya di Tengah Rapat DPD, Suahasil Nazara Dilantik Menkeu Baru

Presiden Prabowo Subianto secara tiba-tiba mengakhiri masa jabatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai pejabat pengantar, Senin (14/9). Pergantian yang tak terduga ini terjadi tepat saat Purbaya menyampaikan laporan realisasi APBN, aliran modal asing, hingga gaji PPPK di hadapan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Kronologi Pemecatan di Hadapan Publik
Acara berlangsung normal hingga pukul 15.30 WIB. Ketua Komite IV DPD, Ahmad Nawardi, tiba-tiba menyela pidato Purbaya dengan nada mendesak. "Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu," ujar Nawardi merujuk pada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Purbaya terlihat bingung sesaat, namun segera meninggalkan ruang rapat untuk menerima telepon tersebut. Ia tidak kembali melanjutkan paparan, menandai akhir masa jabatannya yang berumur kurang lebih setahun sejak dilantik 8 September 2024 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Hingga artikel ini diturunkan, Purbaya belum memberikan komentar soal pergantian mendadak ini.
Suahasil Nazara: Arahan Jaga Kesehatan dan Kredibilitas Keuangan
Berbeda dengan Purbaya yang diberitahukan saat rapat berlangsung, Suahasil Nazara mengaku sudah dihubungi pihak Istana Kepresidenan pada pagi hari yang sama. Dalam sambutan pertamanya, Suahasil menyampaikan arahan khusus dari Kepala Negara.
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," tegas Suahasil usai dilantik di Istana Merdeka.
Tantangan Menunggu Menkeu Baru
Pelantikan Suahasil menandai pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan untuk kali kedua dalam kurun waktu singkat di bawah administrasi Prabowo. Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan yang mengurus sektor perpajakan dan pembayaran, Suahasil dihadapkan pada tugas berat mempertahankan stabilitas fiskal di tengah tekanan global dan target penerimaan negara yang menantang. Keputusannya untuk mengeksekusi pergantian di tengah forum legislatif menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang menempatkan eksekusi cepat di atas prosedur formal konvensional.
BERITA TERKAIT (Politik)

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
