Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Mentan Umumkan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Mentan Umumkan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Menteri Pertanian (Mentan)Andi Amran Sulaimanmengungkap daftar 25 merekberasyang diduga merupakanberas fortifikasipalsu.
  • Puluhan produk tersebut diduga tidak memenuhi kadar fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label.
  • Temuan itu didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi melalui empat laboratorium yang dinilai kredibel.

Menteri Pertanian (Mentan)Andi Amran Sulaimanmengungkap daftar 25 merekberasyang diduga merupakanberas fortifikasipalsu.

Puluhan produk tersebut diduga tidak memenuhi kadar fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label.

Temuan itu didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi melalui empat laboratorium yang dinilai kredibel. Hasil pengujian menunjukkan kandungan fortifikasi pada 25 produk tidak sesuai dengan level yang seharusnya.

"Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab, kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan levelnya," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).

Amran mengatakan salah satu indikasi yang ditemukan pemerintah adalah harga beras fortifikasi yang dinilai tidak wajar.

Menurutnya, beras fortifikasi di pasaran dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram (kg). Sementara, pemerintah memperkirakan harga yang seharusnya berada di kisaran Rp13.500 per kg.

Amran menyebut kondisi tersebut merugikan konsumen karena masyarakat membayar lebih mahal untuk produk yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai dengan klaim fortifikasi.

"Hari ini ternyata masih ada. Salah satu faktor adalah harga yang tidak wajar," katanya.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ