Marukawa Ajukan Naturalisasi WNI, Dewa United Dukung Penuh demi Kebutuhan Timnas
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Gelandang Dewa United, Taisei Marukawa, secara resmi mengajukan permohonan naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Selasa (15/9), membuka peluang konkret bagi pemain asal Jepang itu untuk mempertahankan bendera Merah Putih.
Presiden Klub Dewa United, Ardian Satya, menyambut langkah tersebut dengan tangan terbuka. "Kami tentu berharap proses naturalisasi Taisei bisa berjalan dengan lancar. Sebagai klub, kami tentu akan mendukung proses tersebut," ujar Ardian melalui rilis resmi klub.
Keputusan Marukawa tidak terlepas dari perjalanan karier lima tahun berturut-turut di tanah air. Pemain kelahiran Higashihiroshima, 29 tahun, itu mulai menginjak kaki di Liga Indonesia sejak 2021 membela Persebaya Surabaya, lalu melanjutkan ke PSIS Semarang, sebelum kini bertahan di Dewa United sejak musim 2024/2025.
Adaptasi budaya menjadi modal kuat di meja pertimbangan. Ardian mengaku menyaksikan langsung bagaimana Marukawa sudah lancar berbahasa Indonesia. "Bahkan kami bisa melihat sendiri Taisei sudah bisa berbahasa Indonesia dengan cukup percaya diri. Itu menunjukkan bagaimana dia sudah beradaptasi dengan baik selama berada di sini," tambahnya.
Di sisi kompetisi, sang Presiden Klub menilai pengalaman Marukawa sebagai Pemain Terbaik Liga Indonesia musim 2021/2022 menjadi aset strategis. "Taisei juga sudah punya pengalaman yang cukup panjang bermain di Liga Indonesia. Dia memahami karakter kompetisi dan sudah menghadapi banyak situasi selama bermain di Indonesia," ujar Ardian dengan keyakinan.
Klub berharap kecepatan, kreativitas, serta eksplosivitas yang menjadi trademark Marukawa bisa menyegarkan lini tengah Timnas. "Kami berharap pengalaman, kecepatan, kreativitas, dan eksplosivitas yang dia miliki nantinya bisa memberikan kontribusi positif apabila dia mendapat kesempatan untuk memperkuat Timnas Indonesia," pungkas Ardian.
Analisis Redaksi
Naturalisasi Marukawa berbeda dari kasus-kasus sebelumnya yang sering terkesan 'instan' demi memenuhi kuota pemain asing. Lima tahun menjalani karier dan kehidupan sehari-hari di Indonesia — dari Surabaya, Semarang, hingga Banten — menciptakan ikatan emosional dan budaya yang sulit dibangun oleh pemain yang baru tiba beberapa bulan. Kemampuan berbahasa Indonesia secara pasif dan aktif ia miliki adalah bukti nyata integrasi sosial yang mendalam, prasyarat tak tertulis yang sering diabaikan tapi sangat menentukan keberhasilan adaptasi di gawang Timnas.
Tantangan utama kini bergeser ke birokrasi Kementerian Hukum dan HAM serta kelonggaran FIFA terkait aturan eligibility. Meskipun syarat kediaman 5 tahun terpenuhi, proses persetujuan Kepresidenan seringkali tidak linier dan bisa memakan waktu tidak pasti. PSSI dan Shin Tae-yung harus siap menunggu, sambil memastikan status administratif Marukawa bersih dari kendala paspor ganda yang bisa menghalangi debut internasional.
Jika izin turun sebelum Piala Asia 2027 atau putaran kualifikasi Piala Dunia 2026, Marukawa menawarkan profil playmaker kreatif yang jarang dimiliki pemain lokal: visi passing tajam, kemampuan one-on-one, dan kebiasaan bermain di tekanan tinggi Liga 1. Ia bukan penyelamat instan, tapi opsi taktis yang valid untuk memperkaya variasi serangan Garuda, asalkan fisiknya terjaga dari cedera berulang yang mengancam konsistensi performa.


