Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Konflik Timur Tengah Jebol Kas AS, Pentagon Rogoh Rp587 Triliun Akibat Gempuran Iran

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Konflik Timur Tengah Jebol Kas AS, Pentagon Rogoh Rp587 Triliun Akibat Gempuran Iran
BAGIKAN:

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mencatatkan kerugian finansial yang mencapai US$33,4 miliar atau setara dengan Rp587,84 triliun per 29 Juni akibat perang melawan Iran. Gempuran mematikan dari Teheran tersebut tidak hanya menguras anggaran negara, tetapi juga merusak dan menghancurkan ratusan bangunan serta struktur di berbagai pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Data mengerikan ini terungkap secara rinci lewat laporan Inspektur Jenderal Utama kepada Kongres pada hari Senin yang secara khusus melacak dampak konflik hingga akhir Juni lalu.

Skala kerusakan fisik akibat serangan tersebut turut menghantam fasilitas diplomatik Washington yang tersebar di empat negara. Kerugian bangunan tercatat senilai US$184 juta atau sekitar Rp3,23 triliun yang meliputi wilayah Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Beban finansial yang luar biasa besar ini langsung menekan kas negara di tengah eskalasi yang terus memanas.

Lebih dari sekadar kerusakan bangunan, eskalasi militer ini nyatanya telah menguras habis gudang senjata militer Washington secara memprihatinkan. Laporan resmi menyebutkan bahwa pengeluaran amunisi selama konflik mengakibatkan kekurangan persediaan strategis. Kondisi ini sekaligus mengungkap hambatan nyata pada basis industri domestik untuk melakukan pasokan ulang amunisi secara cepat.

Presiden AS Donald Trump sempat mencoba meredam kepanikan publik melalui unggahan di media sosial tepat sebelum laporan tersebut dirilis ke publik. Ia dengan tegas membanggakan kapasitas pertahanan negaranya dengan menyatakan bahwa AS memproduksi lebih banyak senjata istimewa dan elit daripada waktu mana pun dalam sejarah. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan temuan lapangan yang termuat dalam dokumen resmi Kongres.

Supremasi udara Washington terpukul telak setelah laporan itu merinci daftar kerugian alutsista yang jatuh di medan laga. Jet tempur mutakhir generasi kelima F-35A dilaporkan rusak akibat tembakan musuh, menandai pertama kalinya pesawat siluman tersebut mengalami kerusakan dalam pertempuran nyata. Angkatan Udara AS mencatat satu unit jet F-35A dibanderol seharga US$92 juta atau setara Rp1,61 triliun.

Kerugian armada udara semakin membengkak dengan hancurnya empat jet tempur F-15E yang menelan biaya produksi US$31,1 juta atau Rp547,36 miliar pada 1998, serta sebuah pesawat serang darat A-10. Bencana militer ini kian lengkap dengan hancurnya tujuh pesawat pengisian bahan bakar udara jenis KC-135, hilangnya tujuh unit helikopter tempur, dan lebih dari 30 pesawat tak berawak atau drone di medan perang.

Analisis Redaksi

Konflik terbuka dengan Iran telah membuka celah kerentanan struktural yang selama ini ditutupi oleh narasi supremasi militer Washington. Angka kerugian sebesar Rp587 triliun bukan sekadar masalah fiskal bagi Pentagon, melainkan indikator telak bahwa perang modern berintensitas tinggi menguras rantai pasok pertahanan dalam waktu singkat. Kerusakan jet siluman F-35A di medan pertempuran nyata juga memberikan pukulan psikologis serta mencoreng citra keunggulan teknologi alutsista AS di mata global.

Ke depan, dinamika ini dipastikan akan memicu perdebatan sengit di Kongres terkait efektivitas anggaran pertahanan dan kesiapan industri amunisi nasional. Washington harus segera mengevaluasi ulang strategi penangkalan mereka di Timur Tengah jika tidak ingin terus menerus mengalami pendarahan finansial dan material yang masif akibat gempuran asimetris dari Teheran.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ