Kim Jong Un Tegaskan Aliansi Strategis dengan Rusia dan China di Tengah Ketegangan Global
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Konsolidasi Poros Pyongyang-Moskow Pesan diplomatik yang dikirimkan oleh Kim Jong Un merupakan balasan atas ucapan selamat dari Putin dan Xi Jinping dalam rangka peringatan hari jadi ke-78 Korea Utara.
- Dalam pesannya kepada Putin, Kim menyatakan keyakinannya bahwa Rusia akan memenangkan apa yang ia sebut sebagai "perang suci" untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional.
- Istilah ini merujuk langsung pada konflik bersenjata Rusia di Ukraina, di mana Korea Utara secara konsisten menjanjikan dukungan penuh yang tidak tergoyahkan kepada Moskow.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama komprehensif dengan Rusia dan China guna memperkuat aliansi politik dan militer di tengah ketegangan geopolitik global yang kian meruncing. Langkah strategis ini disampaikan melalui pesan diplomatik resmi kepada Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping pada pertengahan September 2026, menandai konsolidasi kekuatan blok Timur yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan internasional.
Konsolidasi Poros Pyongyang-Moskow
Pesan diplomatik yang dikirimkan oleh Kim Jong Un merupakan balasan atas ucapan selamat dari Putin dan Xi Jinping dalam rangka peringatan hari jadi ke-78 Korea Utara. Hubungan bilateral antara Pyongyang dan Moskow tercatat mengalami akselerasi signifikan, terutama setelah kedua negara memperdalam kerja sama pertahanan melalui pakta pertahanan bersama, termasuk pengiriman pasukan Korea Utara untuk mendukung militer Rusia pada tahun 2024.
Dalam pesannya kepada Putin, Kim menyatakan keyakinannya bahwa Rusia akan memenangkan apa yang ia sebut sebagai "perang suci" untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional. Istilah ini merujuk langsung pada konflik bersenjata Rusia di Ukraina, di mana Korea Utara secara konsisten menjanjikan dukungan penuh yang tidak tergoyahkan kepada Moskow.
Mempererat Hubungan Tradisional dengan Beijing
Selain kepada Putin, Kim Jong Un juga mengirimkan pesan serupa kepada Presiden China Xi Jinping. Kim menyatakan kesiapan Korea Utara untuk bekerja sama lebih erat dengan China demi mengembangkan kemitraan dan aliansi tradisional kedua negara, serta memajukan tujuan bersama sebagai negara sosialis.
Dari perspektif ekonomi-politik makro, penguatan poros pertahanan dan politik ini mempertegas fragmentasi geopolitik global. Konsolidasi antara negara-negara yang menghadapi tekanan sanksi Barat ini berpotensi menciptakan jalur logistik dan rantai pasok alternatif yang lebih mandiri, sekaligus menantang dominasi pengaruh geopolitik blok Barat di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa Timur.
Pertanyaan Terkait
Apa tujuan Kim Jong Un mengirimkan pesan tersebut kepada Putin dan Xi Jinping?Pesan tersebut dikirimkan sebagai balasan atas ucapan selamat hari jadi ke-78 Korea Utara sekaligus menegaskan komitmen Pyongyang untuk memperdalam hubungan bilateral, militer, dan politik dengan Rusia dan China.
Bagaimana bentuk nyata kerja kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia?Kedua negara telah mempererat hubungan pertahanan melalui pakta pertahanan bersama, yang mencakup pengiriman pasukan militer Korea Utara untuk bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina sejak tahun 2024.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
